Badai,puting beliung, banjir dan kebakaran (storm, flood and fire) di Kabupaten Banjar

Earth, wind and fire . . . . . . itu nama group musik ! tapi storm, flood  and fire adalah bencana yang setiap tahun melanda Kabupaten Banjar di Kalimantan Selatan. Tidak sedikit kerugian yang ditimbulkannya, baik itu fasilitas umum seperti jalan, jembatan, tanggul , gedung gedung perkantoran, gedung sekolah dll, juga asset masyarakat seperti sawah, kolam ikan, keramba, rumah, dll. dan itu pasti . . . . nampak seolah seolah terlihat ketidak berdayaan pemerintah dan masyarakat. Yang hampir tertinggal adalah hutan, tidak peduli hutan lindung, hutan produksi dan hutan tanaman industri dan berbagai jenis hutan, sama terbakar juga.

Banjir di kabupaten Banjar ada dua jenis, ada yang tahunan artinya setiap tahunnya banjir pada waktu, tempat dan debit yang sama, tapi ada juga banjir 4 tahunan yang bersifat destruktif dengan debit yang tinggi. Khusus untuk banjir . . . .katanya penduduk yang terkena banjir rutin tersebut . . . ah biasa aja pak ! sejak zaman nabi Nuh juga sudah banjir . . . .  sehingga masyarakat setempat dalam membangun rumah selalu dengan konstruksi panggung, dan di atas plafon selalu disiapkan untuk tempat segala aktivitas yg dipindahkan  apabila banjir datang. Dan diantara sejumlah rumah rumah penduduk itu selalu ada yang bertingkat yang siap juga menampung tetangga yang rumahnya betul betul terendam sampai atap. Selain kesiapan mental penduduk menghadapi Banjir, pemerintah Kabupaten Banjarpun telah menyiapkan TARGANA (Taruna Siaga Bencana) yang unsurnya terdiri dari Camat, Kapolsek, Danramil dengan jajarannya ditambah karang taruna setempat, mereka dilatih bagaimana menghadapi bencana secara umum dengan dilengkapi perbekalan pengetahuan dan sarana pendukung berupa tenda peleton, dapur umum, dll. Untuk di Tingkat Kabupaten telah ada Dinas Kesos PM, Dinas Kesehatan dan Pramuka, dll yang tergabung dalam Badan Penanggulan Bencana Kabupaten yg lengkap dengan sarana evakuasi, stock sembako, dll.

Adapun daerah daerah yang mengalami bencana banjir sudah dapat dipastikan yaitu urut dari daerah yang paling atas yang paling awal mendapat banjir, secara bertahap turun sesuai topografi tanah ke daerah yang paling rendah. Di awali dari Kecamatan Sungai Pinang, turun ke Kecamatan Pengaron dalam kurun waktu 6 sampai 7 jam, kemudian turun dari Kecamatan Pengaron ke Kecamatn Simpang Empat, Kecamatan Astambul, Martapura Kota, Martapura Timur, Martapura Barat dan Kecamatan Sungai Tabuk sebagai salah satu daerah penampung banjir dengan genangan yang paling lama karena memang daerahnya datar.

Begitu juga angin puyuh dan puting beliung, yang kena pasti berantakan, bahkan sampai luluh lantak, bagaimana tidak luluh lantai ? rumahnya rata rata konstruksi kayu !! ringan sehingga sangat mudah bagi putimg beliung untuk mengangkatnya sampai lima sampai 7 meteran dan kemudian dihempaskan seperti orang membanting martabak . . .pasti penyet !!!  3 kecamatan yang rutin tiap tahun menapat musibah ini, yaitu kecamatan Aloh Aloh, Kertak Hanyar, Gambut dan Sei Tabuk.

Bencana berikut ini yang paling memusingkan, karena tidak ada lokasi yang tetap, tidak ada waktu yang tetap dan tidak bisa diketahui kekuatan apinya . . . . semuanya unpredictable . . . . , sementara pemerintah kabupaten Banjar hanya memiliki 3 unit mobil BPK, sisanya adalah swadaya masyarakat sebanyak 31 unit besar maupun kecil. Jauh dari yang diharapkan mampu menangani secara sigab. Namun dengan segala keterbatasan tadi pemkab Banjar tetap membina kerjasama saling bahu membahu dengan semua BPK di Kabupaten Banjar, melalui Badan Kesbanglinmas disediakan dana pembinaan, asuransi jiwa untuk anggota BPK pemkab maupun swadaya masyarakat.

Untuk korban, baik itu korban banjir, puting beliung maupun kebakaran, pemerintah Kabupaten Banjarpun tetap membantu meringankan beban dengan bantuan antara Rp.500.000,- sampai Rp.1000.000,- per rumah tergantung tingkat kerusakannya, disamping bantuan sembako. Namun yang terlebih penting adalah bantuan moril yang diberikan oleh Kepala Daerah (Bupati dan wakil Bupati) dengan menjenguk dan membesarkan hati mereka bahwa setiap musibah itu adalah ujian dan setiap yang diuji pasti akan mendapatkan kelulusan dengan bertambahnya iman dan taqwa ! dan akan diganti dengan yang lebih baik, insya Allah.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s