Undang Undang No. 18 Tahun 2008 ttg Pengelolaan Sampah ( seri 1)

Kenapa sampai urusan sampah di atur dengan undang undang ? ternyata ada 3 alasan utama yaitu :

1. Pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat menimbulkan bertambahnya           volume, jenis, dan karakteristik sampah yang semakin beragam.

2. Pengelolaan sampah selama ini belum sesuai dengan metode dan teknik pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan sehingga menimbulkan dampak negative terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

3. Dalam pengelolaan sampah diperlukan kepastian hokum, kejelasan tanggung jawab dan kewenangan Pemerintah, pemerintah daerah, serta peran masyarakat dan dunia usaha sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara proporsional, efektif dan efisien.

Memang dengan pertambahan penduduk 2 % per tahun dan semakin baiknya tingkat kesehatan masyarakat berakibat semakin tingginya umur harapan hidup masyarakat, jadi yang lahir banyak, yang mati berkurang . . . . wal hasil jumlah penduduk makin banyak. Dapat dibayangkan dengan jumlah penduduk yang banyak kemudian pola konsumsinya juga sekarang sudah berubah, dulu yang namanya minum, . . . ya minum dirumah atau di warung atau membawa air dengan botol. Tapi sekarang . . . . ? banyak kita temukan berbagai jenis air mineral yang kemasannya adalah plastic yang pasti merupakan sisa yang menjadi sampah yang tidak bias terurai jadi tanah ! . . . . emang ada yg minum plastic ? . . . . . . belum lagi minuman kaleng dari bahan aluminium seperti cocacola, fanta, rootbeer, dst ..dst . . . . kalengnya pasti tidak diminum, jadi akhirnya sampah juga ! Itu baru minumnya . . . . makanannya ? . . . . lebih beragam lagi ! . . . akan lebih banyak lagi sampahnya .

Sampah yang banyak tadi, akan lebih parah lagi . . .bila dibuang sembarangan ! ada yang ke sungai, ada yang keselokan, ada yang ketepi jalan, ada yang ke TPS tapi diluar TPS, dll . . . . wal hasil petugas kerepotan mengangkutnya ke TPA. Pada tahap ini , problem sudah muncul, antara lain baunya tajam, berhamburan, sarang lalat, dll. Di TPA lebih gawat lagi . . . sampah ditumpuk, yang sempat dimasukkan dalam lubang hanya sebagian, sedang sisanya masih menumpuk diluar lubang yang semakin hari semakin menggunung jumlahnya, akibatnya dapat dibayangkan . . . . bau, lalat, dll belum lagi cairan sampah yang merembes kemana mana . . ., mencemari lingkungan ! Pengelolaam sampah dengan skala besar tapi dengan cara tradisional !!!

Sementara yang berhadapan langsung di garis depan dengan pengelolaan sampah ini adalah pemerintah Kabupaten/Kota, yang dalam kesehariannya masih banyak berhadapan dengan bagaimana memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sperti banyaknya tuntutan prasarana jalan dan jembatan, pendidikan, kesehatan, tapi pengelolaan sampah masih dalam urutan prioritas dengan nomor belas belasan, ibarat caleg bukan nomor jadi !

Kira kira itulah latar belakang tertibnya Undang undang tentang pengelolaan sampah !

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s