Caping – Tanggui – Tutudung

Sebuah produk local yang dibuat masyarakat di desa untuk tutup kepala dengan caping yang lebar guna melindungi dari silau serta sengatan matahari siang dari bahan kajang atau purun atau daun rumbia. Harganya di pasar local entah itu pasar kota, pasar kecamatan atau pasar desa semua mirip-mirip saja sekitar Rp.4.500,- per buah.

Kerajinan tangan ini dapat berupa tutup kepala atau dengan istilah local “tanggui” ternyata dengan inovasi yang kreatif dan sedikit sentungan seni air guci maka hasilnya menjadi jauh berbeda, berbeda designnya berbeda harganya bahkan beberapa kali lipat, hasil kreasi tadi kalau masuk pasar seni atau toko kerajinan atau dalam pameran seni menjadi Rp. 150.000,- untuk ukuran sedang.

Dengan mengharap dari Dinas Perindustrian dan Dinas-dinas lain yang dapat membantu , bahakan mungkin Tim Penggerak PKK Kabupaten dapat memberikan bimbingan dan membantu pemasarannya. Yang diharapkan oleh pasar, baik itu pasar local ataupun pasar nasional/internasional adalah kualitas yang baik dan kontinyuitas produk walaupun secara periodic, entah itu mingguan ataupun bulanan, yanag terpenting adalah kesepakatan kuota dapat dijaga sesuai kontrak.

Lahan Abadi dan Proteksi Lahan Berbasis Masyarakat

Bungaran Saragih (Menteri Pertanian) : “Penambahan luas areal pertanian terutama persawahan seharusnya berbanding lurus dengan pertambahan jumlah penduduk “ .Mari kita lihat bagaimana di Kabupaten Banjar pada tabel di bawah ini :

Tahun

Irigasi (Ha.)

Non Irigasi (Ha.)

Total (Ha.)

Penduduk (jiwa)

2003

8.027

58.387

66.414

451.009

2004

8.320

59.457

67.777

453.042

2005

7.045

62.066

69.111

457.198

2006

6.936

62.804

69.740

464.148

2007

7.130

62.624

69.761

470.160

Dari data di atas, rata-rata pertambahan luas sawah pertahun 1,26 % sedangkan rata-rata pertambahan penduduk pertahun 4,26 % dan pada tahun 2007 dengan komposisi jumlah petani 52,6 % dari jumlah penduduk maka ketersediaan lahan untuk 1 (satu) orang petani adalah 0,28 Ha atau 9,7 borongan.

Pertanyaannya : Cukupkah hasil produksinya untuk menghidupi diri dan keluarganya untuk sampai masa panen berikutnya ? Kalau padi unggul 100 hari, kalau padi local 6 bulan !

Dengan timpangnya pertumbuhan jumlah sawah dengan pertambahan penduduk, suatu saat yang tidak lama lagi pemkab Banjar akan deficit produksi padi dengan kata lain harus membeli gabah dari kabupaten tetangga apabila kondisinya berjalan seperti ini terus tanpa adanya langkah dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah Kabupaten Banjar. Walaupun menurut data berikut selama ini pemkab Banjar selalu surplus produksi padi (dalam satuan Ton-GKG)

TAHUN

PRODUKSI

PEMAKAIAN

SURPLUS

2004

225.745

152.827

72.918

2005

239.602

154.900

84.702

2006

190.050

144.519

35.531

2007

224.338

151.271

73.067

Hanya ada dua jalan yang dapat ditempuh oleh pemerintah kabupaten yaitu intensifikasi dan ekstensifikasi secara bersamaan.

Untuk intensifikasi tidaklah banyak menghadapi kendala dan rintangan karena ada beberapa lembaga yang terus terlibat dalam pembinaannya mulai dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan, KPIPP, Dinas Kimpraswil (subdin pengairan), Dewan Ketahanan Pangan.

Sedangkan ekstensifikasi lahan pertanian akan berhadapan dengan kendala-kendala berikut :

Peningkatan nilai ekonomis lahan

Rendahnya harga jual produk pertanian

Perubahan status lahan sawah menjadi lahan hunian

Artinya secara perlahan-lahan jumlah sawah akan menurun dari tahun ke tahun, untuk itulah perlu diterapkannya ketentuan LAHAN ABADI perlu dijadikan perda serta dilaksanakannya Program Proteksi Lahan Berbasis Masyarakat.

Untuk mendukung keberhasilan ketentuan lahan abadi dan program proteksi lahan berbasis masyarakat ini perlu didukung berbagai pihak dan stake holder, mulai dari lembaga pemberian izin lokasi, izin investasi dan lain-lain (KPTSP/One Stop Service Office) sampai kepada kepada aparat terdepan dimasyarakat yaitu RT/RW.

Semoga kabupaten Banjar tetap menjadi lumbung padi Kalimantan Selatan dan kindai tetap limpuar !

Mutasi dan Promosi karena Perda SOTK baru

Peraturan Daerah No. 09 tahun 2008 tanggal 09 Juni 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah dan Satpol PP Kab Banjar, dan diundangkan dalam Lembaran Daerah Nomor 09 tanggal 24 Ju ni 2008, sampai dengan hari ini Rabu tanggal 29 Oktober 2008 masih belum operasional, artinya belum ada mutasi besaar-besaran dan promosi atau depromosi atau juga pengukuhan kembali bagi yang berubah nomenklatur SKPDnya.

Kenapa demikian ? jawabannya banyak menyangkutkan pertanggung jawaban keuangan yang dikelola oleh masing-masing SKPD baik dari sisi administrasi keuangan maupun administrasi kegiatan . Atas dasar pertimbangan tersebut dan juga memperhatikan kabupaten/kota lainnya serta pemerintah provinsi Kalimantan Selatan juga mengambil keputusan yang sama maka Pemerintah Kabupaten Banjarpun mengambil sikap yang sama yaitu akan mengaplikasikan perubahan SOTK tersebut pada akhir tahun anggaran 2008 atau pada awal tahun anggaran 2009.

Dalam SOTK yang baru tersebut jabatan Eselon IIa tidak berubah yaitu tetap 1 tapi suatu saat mungkin akan menjadi 2, dimana yang satunya lagi adalah untuk Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kab Banjar sebagai kepanjangan instansi vertical yang ada di Daerah, tapi masih menunggu ketetapan yang belum turun dari pusat. Sedangkan jabatan eselon IIb untuk jabatan Kepala SKPD, Asisten Sekda dan Staf Ahli jumlahnya naik dari 31 menjadi 33, ini berarti ada tambahan lowongan jabatan walaupun didalam kenaikan tersebut ada SKPD yang merger seperti Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Dinas Perkebunan menjadi Dinas Pertanian, namun ada juga yang mekar seperti Dinas Perindagkop menjadi 2 Dinas yaitu Perindustrian tersendiri dan Perdagangan Koperasi tersendiri, selain merger dan mekar justru ada SKPD bentukan baru seperti Balai Penyuluh Pertanian dan ada SKPD yang ditiadakan seperti Dinas Pengelolaan Pasar berikut perangkatnya. Struktur organisasi disetiap SKPD juga berubah seperti Sekretariat Daerah akan ada 4 bagian yang merger ke SKPD lain, yaitu Bagian Keuangan, Bagian Perlengkapan, Bagian Sosial dan Bagian Desa. Jabatan Eselon IIIa berjumlah 64, Eselon IIIb berjumlah 104, Eselon IV a berjumlah 480 dan Eselon IV b berjumlah 139.

Yang krusial dalam SOTK baru ini ada beberapa hal antara lain :

Jabatan Staff Ahli dulunya non eselon, artinya dia benar benar staff yang punya keahlian yang tunjangannya disetarakan dengan pejabat eselon IIb. Sekarang jabatan Staf Ahli adalah jabatan structural Eselon II b.

Jabatan Camat yang dulunya jabatan eselon III b menjadi IIIa.

Sekretaris Camat yang dulunya eselon Iva menjadi eselon IIIb.

Kabid-kabid yang dulunya eselon IIIa menjadi eselon IIIb.

Jabatan eselon Va dan Vb ditiadakan.

Beberapa pekerjaan rumah yang harus segera dikerjakan oleh seluruh pemrintah propinsi/kabupaten/kota adalah :

1. Bagaimana menyusun personil sesuai dengan SOTK yang baru

2. Bagaimana mensiasati keadaan untuk para pejabat yang dulunya eselon IIIa menjadi IIIb, eselon Va dan Vb menjadi tidak bereselon. Khusus untuk masalah ini agar sebaiknya diadakan pertemuan secara menyeluruh antar BKD se propinsi Kalimantan Selatan agar ada penyelesaian yang sama dan komprehensif. Dan harus segera di sosialisasikan kepada pejabat-pejabat yang terkena konsekwensi perubahan SOTK tersebut.

3. Bagaimana menyusun aturan atau ketentuan tentang para pejabat yang eselonnya naik dari IIIb menjadi IIIa, dan sekcam yang dulunya IV a menjadi IIIb dalam keadaan pada saat ini dia pangkatnya tidak memenuhi syarat pangkat minimalnya. Ini juga harus jadi bahan rapat seperti pada nomor. 2 diatas.

4. Bagaimana mendistribusikan personil pada SKPD yang ditiadakan lagi, kalau yg merger tidak ada masalah yang terlalu banyak, paling paling masalahnya adalah kelebihan pegawai beberapa orang yang akan ditempatkan pada SKPD-SKPD yang personilnya masih kurang.

5. Bagaimana menyikapi tugas-tugas atau kegiatan-kegiatan yang sebelumnya dilaksanakan oleh sebuah SKPD sementara dengan SOTK baru tersebut SKPD yang bersangkutan ditiadakan lagi.

Semoga PEKERJAAN RUMAH ini segera disikapi oleh pemerintahkabupaten/kota dengan diprakarsai oleh pemerintah propinsi . Amin

Sumpah Pemuda 2008

Selasa pagi 28 Oktober 2008 lapangan Cahaya Bumi Selamat tampak berbaris para pegawai negri sipil yang berasal dari dinas, badan, kantor, para guru, siswa siswi SD, SMP dan SMA serta mahasiswa Akper, Akbid, para pemuda yang tergabung dalam berbagai organisasi kepemudaan, pramuka, mengikuti apel peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Dengan Inspektur Upacara Bupati Banjar, acara mengalir begitu lancar sampai tak terasa apelpun usai dengan terlihat para peserta upacara membubarkan diri masing-masing ada yang kembali bekerja ke kantor, ke sekolah, dll yang jelas kembali keaktivitas kesehariannya.

Fenomena ini berulang dari tahun ke tahun dengan kejadian yang sama tanpa ada memberi bekas yang bermakna, apakah ini karena sumpah pemuda sudah berumur 80 tahun ? sehingga suasana kejiwaan yang begitu menggelora pada tahun 1928 tidak mempunyai daya sentuh dan getar lagi dalam hati sanubari jiwa masa kini pada era ini yang bergelut dengan ketidak pastian mau apa dan jadi apa nantinya setelah hidup dewasa nanti.

Adakah lagi getar pesona sumpah pemuda dalam jiwa pemuda saat ini ? jawabnya masih ada dan masih besar, namun yang mereka hadapi saat ini bukanlah lagi penjajah dengan politik pecah belah yang dilawan dengan semangat persatuan, tapi saat ini pemuda bergulat dengan lawan yang tak terlihat dan tak terbaca oleh mata zahir, mereka menghadapi lawan yg sangat tangguh yang tidak dapat dipastikan siapa dan bagaimana bentuknya serta kapan datangnya juga tak terduga.

Adakah keputus asaan dalam jiwa mereka ? jawabnya tidak ada ! sekali lagi tidak ada ! mereka hadapi semuanya dengan segala keterbatasan yang mereka miliki walaupun kadang muncul rasa masgul, masih mampukah menghadapi hari esok !

Bangunlah wahai pemuda !! Tuhan besertamu. . . . engkau tidak sendirian berjuang, masih banyak pemuda pemudi yang berjuang bersamamu . . .apakah secara sendiri-sendiri maupun berkelompok.

Sampai jumpa pada sumpah pemuda 2009 yang akan datang.

Metro TV Awards 2008, Kab. Banjar sebagai finalis

Sebuah surat elektronik diterima oleh administrator website Kabupaten Banjar (www.banjarkab.go.id) yang memberi informasi bahwa kabupaten Banjar masuk dalam grand final bersama Jember dan Sragen untuk mendapatkan MDGs Awards 2008.

Dengan Tim Penilai dari United Nation Resident Coordinator untuk Indonesia (El-Mostafa), dari Duta Besar Khusus PBB untuk MDGs di Asia Pasifik (Erna Witoelar), Deputi Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan Bappenas( Bambang Widianto), Staff Khusus Kementrian Lingkungan Hidup (Henri Bastaman), Metro TV( Desi Anwar), Media Group (Sury), Yayasan Inovasi Pemerintahan Daerah (Alit Merthayasa), pada tanggal 29 Oktober 2008 akan dilaksanakan Konferensi tentang MDGs dengan tema “ Kemitraan bagi Pencapaian MDGs di Indonesia” sekaligus penyerahan Metro TV MDGs Awards 2008 di Rafflesia Ballroom, Balai Kartini, Jakarta.

Kabupaten Banjar dianggap Tim Penilai mampu memberikan kontribusi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat, penurunan tingkat kematian ibu dan anak. Program ini diwujudkan dengan Program Kesehatan Dasar 11-24 jam Gratis kepada masyarakat yang memiliki KTP Kabupaten Banjar

Langkah Awal Intan TV Martapura

Selangkah tapak diayunkan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar untuk merengkuh LPPL INTAN TV, pada hari ini Senin tanggal 26 Oktober 2008 dengan mengambil tempat di Mahligai Sulthan Adam dilaksanakan acara “ Evaluasi Dengar Pendapat Komisi Penyiaran Daerah dengan Lembaga Penyiaran Publik Lokal INTAN TV “ dalam rangka proses permohonan izin penyiaran .

Intan TV didirikan dalam rangka mengisi kekosongan informasi lokal tentang perkembangan yang terjadi di daerah yang tak tersiarkan oleh Lembaga Penyiaran Nasional seperti TVRI, SCTV, Metro TV, dll, disampung itu Intan TV akan berperan sebagai media pemberitaan informasi pendidikan dan penhyuluhan bagi masyarakat, juga menjadi media komunikasi timbal balik antara masyarakat, pemerintah dan kalangan dunia usaha, serta juga menjadi media alternative hiburan , pelestarian sosial budaya lokal

Akhir dari sebuah harapan dengan adanya Intan TV ini adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kabupaten Banjar yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta meningkatkan pendapatan masyarakat Kabupaten Banjar.

Mari kita do’akan semoga berhasil.

50 , sebuah satuan angka atau bilangan dalam matematika atau apapun namanya bahwa itu adalah angka yang hanya memberi arti suatu satuan besaran yang berjumlah 50 (lima puluh) kalau angka 50 itu kita gabung dengan kata “Rp. Maka dia mempunyai makna nilai nominal lima puluh ribu rupiah yang mempunyai nilai tukar, begitu juga kalau digabungkan dengan kata “Km., ” maknanya pun berubah menyatakan bahwa ada sebuah jarak dari titik ke titik dengan ukuran 50 kilo meter. Bagaimana kalau digabung dengan satuan waktu detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun ? maka angka 50 akan bermakna satuan waktu yang telah dilewati atau dilalui baru terukur rentangnya dari satu titik ke titik waktu yang lain. Satuan mata uang dapat kita lihat bendanya, satuan panjang dapat dilihat jaraknya dengan mata, begitu juga satuan satuan lainnya, bagaimana dengan satuan waktu ?

Rasanya mungkin kita akan menjawab berdasarkan perasaan saja, misalkan “ nggak lama kok . . . . . . cuma lima menit ! “ atau “ waduuuh lama sekali kamu ! . . . . . . sejak pagi tadi aku nunggu disini !” , atau juga “ lho sudah pagi ya Dik . . . . . rasanya baru saja kita ngobrolnya !”

Waktu mempunyai nuansa yang sangat nisbi tergantung kepada setiap orang yang merasakannya dan melaluinya dan sangat tergantung kepada perasaan masing-masing orang yang melaluinya, dikala orang sedang asyik masyuk dengan sesuatu apakah itu senang, gembira, bahagia, hura-hura, sedih, hilang akal maka waktu bagi dia terasa amat pendek atau bahkan mungkin tidak dirasakan bahwa waktu telah berlalu meninggalkan dia apakh dia sendirian, berdua atau berkelompok atau bahkan dalam suatu bangsa. Atau mungkin waktu itu tidak perlu dipikirkan atau dirasakan, atau mungkin cukup dilalui saja sebagaimana alir mengalir menuju samudra yang luas dengan berbagai bentuk permukaan bumi yang dilaluinya tanpa protes ataupun mengeluh sebab bagaimanapun permukaan bumi yang dilalui, gunung terjal, tebing curam yang tinggi, lembah, ngarai yang berbatu atau sungai yang penuh dengan buayanya atau sekelompok piranha ganas yang kelaparan setahun, toh semua halangan rintangan itu tak memberi bekas dan sang airpun akhirnya bersatu dengan samudra luas tak bertepi.

Hari ini Minggu tanggal 25 Oktober 2008 lima tahun yang lalu di sebuah Desa kecil yang namanya Gadung Keramat Kecamatan Bakarangan Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan telah menikah dan melangsungkan perkawinan Drs. H. Idrus A. Karim bin H. Abd. Karim dengan H. Badariah binti Salatudin.

Selamat Ulang Tahun Perkawinan Emas Semoga Panjang Umur, Bahagia Selamanya. Amin.