Sekolah Negeri vs Sekolah Swasta

(public school VS privat school)

Di Kabupaten Banjar, maupun di kabupaten kabupaten atau kota kota lain di INDONENSIA pada umumnya anak anak sekolah di hadapkan kepada 2 (dua) pilihan bersekolah : Negeri atau Swasta. Untuk memilih sangat tergantung sekali kepada sang pemilih dalam hal ini yang dominan adalah orang tua, keinginan anak sangat kecil pengaruhnya.

Ketergantungan berikut adalah pada lokasi atau wilayah dimana sang anak tersebut berdomicili, di perdesaan atau diperkotaan. Kalau diperdesaan, tentunya tidak ada pilihan kecuali sekolah negeri kalaupun ada sekolah swasta maka pilihannya adalah sekolah agama seperti madrasah diniyah awaliah, madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, madrasah aliyah atau malah mungkin pondok pesantren salafiyah.

Untuk diperkotaan, lain lagi kondisinya, dimana sekolah sekolah swasta dengan kurikulum diknas memiliki kualitas yang lebih bersaing dengan sekolah negeri, bahkan justru mungkin lebih bermutu lengkap segala fasilitas sarana prasana pendidikan yang modern dan canggih yang mendukung berhasilnya proses belajar mengajar, sementara disekolah negeri masih menggunakan papan tulis hitam dengan kapur tulis yang berdebu. Belum lagi tenaga pengajar dimana pada sekolah negeri dengan 1 orang guru melayani murid 35 orang di kelas, sedangkan pada sekolah swasta guru kelas 1 orang ditambah guru pendamping 2 atau 3 orang bahkan ada supervisor yang mengawasi jalannya jalan proses belajar mengajar untuk evaluasi kedepan. Sehingga untuk diperkotaan pilihannya adalah sekolah yang bermutu. Sekolah negeri adalah alternative. Ini wajar terjadi, karena sekolah swasta sudah dapat melaksanakan apa yang dikatakan dengan istilah otonomi sekolah terbatas walaupun kurikulum masih tetap mengikuti kurikulum nasional, swasta lebih banyak keleluasaan dalam mengambil kebijaksanaan untuk membuat terobosan atau inovasi sekolah sedangkan sekolah negeri sangat terbatas keleluasaannya tapi ini juga ditunjang dengan keterbatasan dana pengelolaan sekolah untuk opersional, termasuk untuk melengkapi sarana prasana sekolah, yang apabila sekolah mengajukan usulan maka belum tentu dapat ditampung oleh pemerintah, inipun dapat dimaklumi karena yang dikelola oleh pemerintah tidaklah 1 atau 2 buah sekolah tapi jutaan sekolah di seluruh wilayah NKRI.

Di dalam kesempatan memilih inipun tidak semua orang tua dapat mengaksesnya, kenapa ? tentunya patut disadari bahwa pepatah ada rupa ada harga itu juga berlaku dalam dunia pendidikan, untuk pendidikan bermutu dan berkualitas tentunya biayanya mahal. Orang yang berkecukupan, katakanlah dengan tingkat ekonomi kelas menengah ke atas , dapat dihitung dengan jari atau tidaklah banyak mungkin dengan perbandingan 20 % mengenah keatas, 80 % menengah ke bawah. Kelompok inilah yang mempunyai kesempatan untuk melakukan pilihan tersebut. Tapi inipun masih perlu dilakukan survey karena yang masuk sekolah swasta bermutu dengan biaya mahal, tidak hanya didominasi oleh kelompok menengah ke atas saja, tapi juga ada dari kelompok menengah ke bawah. Sementara dipihak lain yaitu kelompok ekonomi menengah ke bawah yang masih harus banyak berfikir bagaimana memenuhi kebutuhan keluarga tiap bulan, tidaklah mempunyai kemampuan memilih, karena hanya sekolah negerilah yang biayanya terjangkau.

Patut disadari bahwa di Indonesia, kelompok mengenah ke bawahlah yang mendominasi jumlah penduduk. Semoga dengan adanya Undang Undang Sisdiknas yang mengamanatkan agar APBN dan APBD mengalokasikan 20 % dari total tersebut untuk kepentingan pendidikan. Yang menjadi pertanyaan lanjutan adalah bisakah atau mampukah pemerintah pusat, propinsi, kabupaten/kota memaksimalkan pemanfaatan dana tersebut agar dunia pendidikan kita dapat sejajar dengan Negara Negara lain ! Mari kita do’kan bersama.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s