Sholat Jum’at di Senayan City

Kumandang azan bergema di Senayan City, sebuah Mall di seberang Plaza Senayan, mall baru tidak sesemarak Plaza Senayan, tapi aku lebih senang kesana karena lebih lapang dan lebih memanjakan kepada pengunjung dengan design yang sophisticated dimana voidnya besar sehingga nampak kokoh kalau pengunjung memandang ke atas terlihat kolom kolom besar dan garis garis diagonal escalator besar sebagi penyatu antar lantai, kesimpulan bagi pengunjung : mata enak memandang, tidak seperti perasaan tertekan, rasa aman bahwa gedung berdiri kokoh.

Kumandang azan bergema ke setiap lorong koridor, sudut sudut mall, setiap stand, bahkan sampai ke rest room (toilet), tidak keras, tidak bising, tapi jauh masuk menyelinap ke telinga pengunjung apalagi yang memang hatinya telah bertaut dengan masjid dengan rajutan iman yang kuat.

Kumandang azan dapat menghentikan lenggang lenggok dan celoteh peserta Miss Celebritis 2008 yang dilaksanakan oleh SCTV, sebuah penghormatan yang patut mendapat appresiasi bagi SCTV dan EOnya, yang hatinya bertaut dengas masjid mulai bergerak melangkah ke lantai 6 dengan beragam penampilan ada yang berpenampilan CEO keren, rambut cepak dengan body atletis, satpam, ada yang berseragam sebagi customer services, yang jelas beragam sekali. Sayang counter counter tidak ada yang menutup dagangannya, andaikan serentak menutup segala kegiatannya . . . . . . . maka pasti ini bukan Indonesia . . . . karena yang seperti itu hanya ada di Saudi Arabia !

Sebuah pelataran parkir di lantai 6 Senayan City disulap menjadi Masjid yang tersusun rapi mimbar khatib dan shaaf shaaf yang rata teratur bersih berjajar menghadap kiblat, diawali dengan azan pertama, ada yang sedang berwudlu, ada yang sedang sholat qobliyah, ada yang duduk beri’tiqaf bahkan ada yang duduk tenang dengan sebuah tasbih tergantung di tangan bergerak lembut diiringi lantunan asma’ul husna, setelah azan kedua, sang khatib naik ke atas mimbar dengan mengingatkan kepada diri khatib sendiri dan jama’ah jum’at yang mulia bahwa imanlah yang harus diutamakan. Kumandang iqomah disusul sholat jum’at yang diakhiri salam oleh Imam dan dilanjutkan dengan wirid serta do’a bersama yang dibacakan oleh Iman dan diamini oleh makmum.

Selesai jum’atan, . . . . . . bertebaranlah jamaah kembali sebagai statusnya semula sebagai pengunjung, sebagi satpam, sebagai penjaga toko, pegawai administrator mall, dll yang masing masing akan mempertanggung jawabkan hidupnya kepada sang khaliq.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s