50 , sebuah satuan angka atau bilangan dalam matematika atau apapun namanya bahwa itu adalah angka yang hanya memberi arti suatu satuan besaran yang berjumlah 50 (lima puluh) kalau angka 50 itu kita gabung dengan kata “Rp. Maka dia mempunyai makna nilai nominal lima puluh ribu rupiah yang mempunyai nilai tukar, begitu juga kalau digabungkan dengan kata “Km., ” maknanya pun berubah menyatakan bahwa ada sebuah jarak dari titik ke titik dengan ukuran 50 kilo meter. Bagaimana kalau digabung dengan satuan waktu detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun ? maka angka 50 akan bermakna satuan waktu yang telah dilewati atau dilalui baru terukur rentangnya dari satu titik ke titik waktu yang lain. Satuan mata uang dapat kita lihat bendanya, satuan panjang dapat dilihat jaraknya dengan mata, begitu juga satuan satuan lainnya, bagaimana dengan satuan waktu ?

Rasanya mungkin kita akan menjawab berdasarkan perasaan saja, misalkan “ nggak lama kok . . . . . . cuma lima menit ! “ atau “ waduuuh lama sekali kamu ! . . . . . . sejak pagi tadi aku nunggu disini !” , atau juga “ lho sudah pagi ya Dik . . . . . rasanya baru saja kita ngobrolnya !”

Waktu mempunyai nuansa yang sangat nisbi tergantung kepada setiap orang yang merasakannya dan melaluinya dan sangat tergantung kepada perasaan masing-masing orang yang melaluinya, dikala orang sedang asyik masyuk dengan sesuatu apakah itu senang, gembira, bahagia, hura-hura, sedih, hilang akal maka waktu bagi dia terasa amat pendek atau bahkan mungkin tidak dirasakan bahwa waktu telah berlalu meninggalkan dia apakh dia sendirian, berdua atau berkelompok atau bahkan dalam suatu bangsa. Atau mungkin waktu itu tidak perlu dipikirkan atau dirasakan, atau mungkin cukup dilalui saja sebagaimana alir mengalir menuju samudra yang luas dengan berbagai bentuk permukaan bumi yang dilaluinya tanpa protes ataupun mengeluh sebab bagaimanapun permukaan bumi yang dilalui, gunung terjal, tebing curam yang tinggi, lembah, ngarai yang berbatu atau sungai yang penuh dengan buayanya atau sekelompok piranha ganas yang kelaparan setahun, toh semua halangan rintangan itu tak memberi bekas dan sang airpun akhirnya bersatu dengan samudra luas tak bertepi.

Hari ini Minggu tanggal 25 Oktober 2008 lima tahun yang lalu di sebuah Desa kecil yang namanya Gadung Keramat Kecamatan Bakarangan Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan telah menikah dan melangsungkan perkawinan Drs. H. Idrus A. Karim bin H. Abd. Karim dengan H. Badariah binti Salatudin.

Selamat Ulang Tahun Perkawinan Emas Semoga Panjang Umur, Bahagia Selamanya. Amin.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s