Lahan Abadi dan Proteksi Lahan Berbasis Masyarakat

Bungaran Saragih (Menteri Pertanian) : “Penambahan luas areal pertanian terutama persawahan seharusnya berbanding lurus dengan pertambahan jumlah penduduk “ .Mari kita lihat bagaimana di Kabupaten Banjar pada tabel di bawah ini :

Tahun

Irigasi (Ha.)

Non Irigasi (Ha.)

Total (Ha.)

Penduduk (jiwa)

2003

8.027

58.387

66.414

451.009

2004

8.320

59.457

67.777

453.042

2005

7.045

62.066

69.111

457.198

2006

6.936

62.804

69.740

464.148

2007

7.130

62.624

69.761

470.160

Dari data di atas, rata-rata pertambahan luas sawah pertahun 1,26 % sedangkan rata-rata pertambahan penduduk pertahun 4,26 % dan pada tahun 2007 dengan komposisi jumlah petani 52,6 % dari jumlah penduduk maka ketersediaan lahan untuk 1 (satu) orang petani adalah 0,28 Ha atau 9,7 borongan.

Pertanyaannya : Cukupkah hasil produksinya untuk menghidupi diri dan keluarganya untuk sampai masa panen berikutnya ? Kalau padi unggul 100 hari, kalau padi local 6 bulan !

Dengan timpangnya pertumbuhan jumlah sawah dengan pertambahan penduduk, suatu saat yang tidak lama lagi pemkab Banjar akan deficit produksi padi dengan kata lain harus membeli gabah dari kabupaten tetangga apabila kondisinya berjalan seperti ini terus tanpa adanya langkah dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah Kabupaten Banjar. Walaupun menurut data berikut selama ini pemkab Banjar selalu surplus produksi padi (dalam satuan Ton-GKG)

TAHUN

PRODUKSI

PEMAKAIAN

SURPLUS

2004

225.745

152.827

72.918

2005

239.602

154.900

84.702

2006

190.050

144.519

35.531

2007

224.338

151.271

73.067

Hanya ada dua jalan yang dapat ditempuh oleh pemerintah kabupaten yaitu intensifikasi dan ekstensifikasi secara bersamaan.

Untuk intensifikasi tidaklah banyak menghadapi kendala dan rintangan karena ada beberapa lembaga yang terus terlibat dalam pembinaannya mulai dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan, KPIPP, Dinas Kimpraswil (subdin pengairan), Dewan Ketahanan Pangan.

Sedangkan ekstensifikasi lahan pertanian akan berhadapan dengan kendala-kendala berikut :

Peningkatan nilai ekonomis lahan

Rendahnya harga jual produk pertanian

Perubahan status lahan sawah menjadi lahan hunian

Artinya secara perlahan-lahan jumlah sawah akan menurun dari tahun ke tahun, untuk itulah perlu diterapkannya ketentuan LAHAN ABADI perlu dijadikan perda serta dilaksanakannya Program Proteksi Lahan Berbasis Masyarakat.

Untuk mendukung keberhasilan ketentuan lahan abadi dan program proteksi lahan berbasis masyarakat ini perlu didukung berbagai pihak dan stake holder, mulai dari lembaga pemberian izin lokasi, izin investasi dan lain-lain (KPTSP/One Stop Service Office) sampai kepada kepada aparat terdepan dimasyarakat yaitu RT/RW.

Semoga kabupaten Banjar tetap menjadi lumbung padi Kalimantan Selatan dan kindai tetap limpuar !

Iklan

3 Komentar

  1. dampak perkembangan jumlah penduduk adalah meningkatnya kebutuhan akan lahan permukiman sehingga lahan pertanian produktif akan terancam, nampaknya mulai sekarang hrus mulai dipikirkan pengembanagan permukiman vertikal untuk menghindari perubahan fungsi lahan pertanian

  2. dampak dari perkembangan penduduk adalah timbulnya kebutuhan lahan permukiman hal ini akan mengancam lahan produktif pertanian, nampaknyamuli sekarang harus mulai dipikirkan pola pengembangan permukiman vertikal

  3. Sepakat dan mungkin harus ada percontohan dahulu, misalkan dibangun oleh pemerintah kabupaten/kota dan selanjutnya disewakan kepada masyarakat berpenghasilan rendah dengan harga yang terjangkau bahkan mungkin dengan subsidi daerah seperti air bersih gratis dan penerangan dengan menggunakan teknologi ramah lingkungana seperti PLTS dan memanfaatkan kompos serta teknologi biogas dari limbah manusia. Wassalam


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s