Pahlawan

Gelar Pahlawan Nasional Indonesia diberikan kepada mereka yang berjasa kepada Negara Republik Indonesia dan mereka yang berjuang dalam proses untuk kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Hingga 10 November 2006, telah ada 138 tokoh yang ditetapkan Pemerintah Indonesia sebagai Pahlawan Nasional Indonesia

Gelar pahlawan nasional Indonesia itu sendiri, seingatku tidak pernah dimohon oleh para penyandang gelar pahlawan tersebut, karena pada masa hidupnya merekapun mugkin tidak pernah terpikirkan untuk menjadi pahlawan nasional Indonesia apalagi berharap jadi pahlawan. Dan yang ada dalam benak mereka , rasanya aku bisa yakin, pada waktu mereka hidup adalah berjuang untuk apa yang mereka yakini untuk diperjuangkan dengan kesungguhan hati dan ikhlas.

Aku pernah mendengar bahwa untuk menjadi dan mendapat gelar pahlawan nasional Idonesia, perlu diusulkan ke pemerintah pusat, untuk diteliti dan dievaluasi apakah patut dan tepat menjadi pahlawan nasional Indonesia. Memang sebuah perjalanan yang panjang bagi generasi penerusnya yang mengusulkan , bahkan mungkin sama beratnya perjuangan memperoleh gelar pahlawan nasional dengan perjuangan mereka disaat mereka hidup dalam perjuangan membela yang diyakininya.

Mungkin sudah saatnya kita harus berpikir terbalik dari yang ada sekarang, mungkin banyak orang-orang yang dahulu berjuang dalam proses kemerdekaan NKRI tanpa pamrih yang keturunannya atau kawan-kawan seperjuangannya enggan memohon untuk dijadikan pahlawan nasional, karena gelar pahlawan, menurut aku, adalah kerelaan dan rasa terima kasih yang dalam dari yang diperjuangkan, jadi alangkah indahnya, alangkah arifnya andaikata pemerintah itu sendiri yang mencari siapa-siapa yang sebenarnya masih berhak lagi untuk menjadi pahlawan nasional Indonesia, walaupun kegiatan ini akan memerlukan waktu dan dana yang mungkin tidak sedikit. Tapi apalah artinya waktu dan dana yang terukur tersebut dibandingkan dengan nilai kejuangan mereka !

Pahlawan , adalah sebuah kata yang sakral, yang tidak semua orang bisa menyandang gelar tersebut, tapi setiap orang pasti bisa untuk menjadi pahlawan bagi orang lain, bagi keluarganya, bagi kelompoknya, bagi masyarakatnya dan bahkan bagi bidang yang digelutinya misalkan dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan lain-lain karena dedikasinya yang tinggi dalam menyumbankan tenaga dan pikiran untuk pengembangan dan kemajuan bidangnya.

Hari ini Senin 10 November 2008 dengan cuaca mendundiiringi gerimis tipis dilaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan secara hikmat oleh Pemerintah Kabupaten Banjar di lapangan Cahaya Bumi Selamat, dan dilanjutkan dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Bumi Kencana di Landasan Ulin dan ke makam Brigjen. H. Hasan Basri di Liang Anggang.

Peringatan ini dilaksanakan setiap tahun, dan aku masih ingat rasanya sejak aku SD sampai sekarang ikut terus apel peringatan hari pahlawan ini, dan akupun yakin kawan-kawan dan sahabat-sahabatku serta saudara-saudaraku semua juga merasakannya.

Mari pada momen ini kita ambil sebagian semangatnya untuk bekal kita menatap hari esok yang masih memerlukan perjuangan yang panjang dan melelahkan dan tidak akan selesai dan akan masih diteruskan oleh adik-adik kita, anak-anak kita, beri mereka bekal untuk menghargai pahlawannya yang menjadi sumber inspirasi perjuangan dirinya kelak.

Ayo sahabat-sahabatku, saudara-saudaraku, jangan ragu !!! . . . jadilah pahlawan !!!

Iklan

7 Komentar

  1. Selamat Hari Pahlawan, salam kenal ya.

  2. Terima kasih Sandy, dan salam kenal kembali, mudah-mudahan bermunculan kembali pahlawan-pahlawan kusuma bangsa pada zaman kita saat ini. Wassalam

  3. Pahlawan2 sebenarnya bersebaran dimana2.. tapi mereka menghargai karya dan bhakti dengan sangat tinggi sehingga penghargaan dunia tidak akan cukup.. untuk itu mereka tidak akan muncul dengan penghargaan atau pujian.. cukuplah hanya karya dan bhakti yang dirasakan semua orang… semoga kita semua bermartabat seperti mereka…Amin

  4. Amin Allahuma amin, semoga seperti itulah yang kita lalui dan yang harus diyakini oleh kita semua adalah bahwa Gusti Allah ora sare !!!

  5. sepakat Pak, kalau soal pahlawan nasional itu bukanlah usulan dari orang lain, tapi memang harus pemerintah yang melakukan identifikasi, siapa-siapa saja yang pantas diberikan gelar tersebut. Bukankah negara ini banyak memiliki sejarawan serta memiliki instrumen yang bisa digunakan untuk melakukan penelusuran?

    sebagaimana 10 tahun yang lalu, mendiang Cak Nur pernah menegaskan, bahwa menjadi pahlawan bukanlah cita-cita

  6. Kata ‘pahlawan’ tetaplah sebuah kata yang mempunyai arti gelar yang mempunyai sebuah makna, namun jauh di atas makna tadi ada yang hendak dicapai oleh sang insan manusia yaitu ketulusan pengabdian yang tidak menuntut sebuah balasan sebagaimana hukum kausalistik karena dia tahu bahwa dia tercipta hanyalah untuk mengabdi kepada sang khaliq dan pengabdiannya tidak hanya sebatas ritual keagamaan maupun kepercayaan namun apa yg dapat dia sumbangkan pada saat dia sedang berada dalam zamannya dimana dia mengarungi hidup di dalamnya. He he he ngelantur sedikit Pakacil lah ! ! !

  7. Tapi….yang perlu diwaspadai adalah pahlawan kesiangan. Udah kesiangan pura-pura jadi pahlawan lagi…..hehehe….

    Dia merencanakan suatu peristiwa besar yang akan terjadi lengkap dengan tokoh antagonisnya tapi dia yang jadi pahlawan pada akhir cerita untuk misi pribadinya agar bisa mempengaruhi penguasa….
    Ibaratnya dia yang menyiram minyak bensin dan membakar rumahnya….lalu dia juga yang memadamkan apinya….tanpa ada yang tahu!!!

    Mudahan pahlawan seperti ini tidak ada di Kabupaten Banjar ya pak…..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s