Kantorku hijau (my green office )

Kalimantan. Begitu orang mendengar kata ‘kalimantan’ yang terlintas dalam benak adalah hutan, hutan tropis yang lebat yang kaya akan keragaman flora dan faunanya, bahkan bagi ibu-ibu penggemar anggrek maka yang terlintas adalah anggrek hitam atau anggrek kalajengking dan anggrek langka lainnya.

Apapun bayangan dalam benak orang, yang jelas semua itu adalah suburnya lahan dan hijaunya hutan tapi apa lacur, kayu mahal harganya, batubara menggiurkan, biji besi perlu untuk pembangunan, mangan, kromit, dll lebih berharga lebih punya nilai ekonomis dari pada sebuah hutan belantara yang terhampar hijau.

Akhirnya suburnya lahan dan hijaunya hutan hanyalah sebuah kenangan yang dapat dijadikan dongeng pengantar tidur anak-anak yang lelah bermain ditengah terik matahari dalam belantara hutan beton yang tumbuh kokoh di tengah kota.

Sang ibu bercerita kepada anaknya bahwa ibu saat masih SMA sering ikut pramuka dan camping ditepi hutan dan malamnya ibu bersama kawan-kawan ibu mengejar kunang-kunang yang tak pernah ada di kota tempat tinggal ibu, selepas SMA ibu kuliah dan karena ibu senang dengan alam bebas, saat kuliah ibupun masuk kelompok mahasiswa pencinta alam, semakin terlampiaskanlah hasrat ibu menelusuri hutan belantara. Akhirnya sang anak tertidur dengan mimpi masuk hutan yang lebat dengan ular phyton yang besar menggelantung di cabang pohon kayu raksasa. Dengan senyum sumringah dan nafas lega sang ibu keluar kamar anaknya duduk diberanda , tapi akhirnya juga  terperangkap dalam angan sambil memandang hampa keluar  “adakah hutan lain yang hijau dan suburnya lahan”.

Mari kita jawab, mari kita wujudkan mimpi sang ibu yang rindu akan hutan yang hijau dan lahan yang subur ditengah hutan beton kota yang kokoh berdiri tegak menantang.

Jawabnya adalah sepotong hutan dan lahan yang subur dalam sebuah kantor. Khususnya kantor-kantor pemerintah sebagai pemrakarsa dan memulai menyisihkan lahannya yang terlanjur dicor atau dipasang paving blok untuk menanam pohon-pohon yang rindang dan tanaman perdu atau tanaman penyegar aora. Dinginkan tembok beton yang masih dengan rambatan batang sirih yang daunnya hijau menyegarkan, singkirkan kembang plastic yang palsu berdebu dengan kuping gajah atau antorium yang lagi naik daun.

Adakah kantor ku yang hijau ?

2 Komentar

  1. dishut banjar lumayan hijau pak… he2x..

  2. Bukan lumayan hijau lagi !!! . . . . . itu namanya asri dan rindang, enak untuk bekerja, tambahi koleksinya. Wassalam


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s