Tantangan bagi para perencana pembangunan !

Terungkap dalam seminar nasional P2SEDT (Percepatan Pembangunan Sosial Ekonomi Daerah Tertinggal) bahwa ternyata berdasarkan sebaran wilayahnya, sebanyak 123 kabupaten atau 63 persen daerah tertinggal berada di kawasan Timur Indonesia tentunya didalamnya termasuk provinsi Kalimantan Selatan, 58 kabupaten atau 28 persen berada di Pulau Sumatera, dan 18 kabupaten atau 8 persen berada di Pulau Jawa dan Bali. Di luar kategori ketertinggalan tersebut, juga terdapat sejumlah kawasan yang dihuni oleh Komunitas Adat Terpencil yaitu kelompok sosial budaya yang bersifat lokal dan terpencar, yang pada umumnya kawasan tersebut masih belum tersentuh oleh jaringan dan pelayanan sosial, ekonomi bahkan pemerintahan.

Terungkap pula bahwa penyebab ketertinggalan suatu daerah antara lain; (1) pelaksanaan kebijakan pembangunan yang masih relatif sektoral/parsial; (2) penyusunan kebijakan kebijakan yang jangka pendek atau berorientasi proyek; (3) Kecenderungan pelayanan publik yang mengarah pada orientasi politis; (4) Belum dimasukkannya dimensi keruangan/ spasial dalam perencanaan pembangunan daerah tertinggal, yang terkait dengan belum tegasnya keterkaitan fungsional antara daerah tertinggal dengan kawasan strategis dan cepat tumbuh.

Sebuah tantangan bagi masing-masing kabupaten di Kalimantan Selatan terutama BAPPEDAnya, untuk memasukkan program pembangunan yang bersemangat percepatan pembangunan sosek daerah secara terstruktur.

4 Komentar

  1. membaca tulisan ini membuat saya tertarik mengubah arah ke perencanaan ..
    semoga perencanaan di banua kita bisa terus membenahi diri, pak !

  2. Saya juga berharap demikian, apalagi saat-saat akan menghadapi krisis ekonomi kembali. Wassalam

  3. Arah pembangunan memang perlu untuk disesuaikan dengan kondisi terkini, tetapi yang sulit itu merubah arah kemauan juru kemudi yang maunya sesuai keinginan sendirian tanpa mau menerima masukan yang benar secara ilmiah. Rencana memang perlu baik, tetapi sebaik apapun perencanaan, kalau pola pikir masih terbelakang ya.. hasilnya pasti tidak maksimal, ha ha cung parahu !!!

  4. RPJMD yang sudah terbentuk akan disinkronkan dengan visi&misi kepala daerah terpilih, namun tidak mrubahan grand design RPJMD, setiap tahunnya setiap rencana kerja yang tertuang dalam APBD seyogyanya dapat mengakomodir situasi dan kondisi terkini. Jadi kesimpulannya sebuah perencanaan tetap perlu tersusun dengan baik, dan semoga juru mudinya tetap terkunci dengan tujuan akhir sebuah perjalanan pembangunan, walaupun di dalam menuju titik akhir dapat bermanuver sesuai dengan sikon masa perjalanannya.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s