Culture Shock

Culture shock atau dalam bahasa Indonesia disebut ‘Gegar Budaya’, adalah istilah psikologis untuk menggambarkan keadaan dan perasaan seseorang menghadapi kondisi lingkungan sosail dan budaya yang berbeda. Pada umumnya terjadi pada setiap orang yang berpergian keluar negeri atau ke wilayah yang jauh dari tempat tinggal, tetapi menurut saya culture shock terjadi apabila kita berhadapan atau memasuki kondisi lingkungan social dan budaya yang berbeda atau disaat kita memasuki perubahan lingkungan social dan budaya yang baru.

Saat ini bangsa kita yang terkenal dengan budaya ramah, santun, kekeluargaan, gotong royong, musyawarah dengan segala kerendahan hati, namun seiring kemajuan zaman dengan tekonologi tinggi yang menghilangkan batas komunikasi social dan budaya melalui berbagai interaksi komunikasi informasi baik secara langsung maupun tidak langsung seperti berita dan sinema serta film layar lebar maupun layar kaca. Secara pelan bertahap namun pasti yaitu terjadi pergeseran budaya, apalagi pergeseran budaya ini memang disetting untuk berubah baik secara sadar maupun tidak disadari. Setiap individu yang berada dalam situasi seperti ini akan berbeda-beda dalam menerimanya, mungkin ada yang bisa larut dalam perubahan, namun ada juga yang masih bertahan dengan budaya yang melekat pada dirinya sehingga yang dirasakan hanyalah keterasingan dalam lingkungannya sendiri. Perubahan-perubahan ini akan disikapi berbeda-beda bagi tiap-tiap individu, ada yang marah, sedih, apatis, menerima, menolak, bingung, was-was, takut , gembira, dll.

Komentar Presiden SBY saat meninjau fasilitas Taman Pintar Yogyakarta, di Yogyakarta, usai diresmikan hari Selasa (16/12) sore. “Yang penting digarisbawahi adalah bahwa dunia ilmu, dunia pengetahuan dan dunia teknologi dengan segala aplikasinya dalam kehidupan masyarakat terus berubah dan terus berkembang dari masa ke masa. Konsekuensinya apa? Kalau kita, termasuk generasi muda tidak pandai, tidak mampu mengikuti, menyesuaikan dan mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang makin canggih itu, bisa jadi bangsa kita mengalami apa yang disebut guncangan budaya atau culture shock. Ada yang mengatakan gagap teknologi,”

Disini tersirat bahwa culture shock juga bisa terjadi akibat adanya iptek yang baru dan selalu mengalami loncatan-loncatan kemajuan yang tinggi, dan kalau mau dianalogkan aparat pemerintah dan masyarakat juga bisa mengalami culture shock dengan adanya peraturan-peraturan baru yang belum siap mereka hadapi. Yang namanya aparat pemerintah juga macam-macam dan banyak ragamnya mulai dari perencana, pelaksana, pengawas, ada ranah eksekutif, ada ranah yudikatif dan ada ranah legislative.

Apa tips anda untuk menghadapi culture shock ini ?

3 Komentar

  1. mulai dari yang terkecil dan dari diri sendiri

  2. mulai dari hal yang terkecil dan dari diri sendiri

  3. Ok itu yang paling hakiki. Wassalam


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s