Tahun Baru 2009 sebuah peradaban ?

Tanggal 1 Januari 2009 adalah tahun baru dan sebagai awal dimulainya penghitungan tahun, awal dimulainya pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota mencari uang dan membelanjakan uang yang telah ditetapkan dalam APBN maupun APBD, awal dimulainya kembali perhitungan keuangan oleh banyak perusahaan negeri maupun swasta. Dan juga awal perhitungan  bagi orang perorangan dalam hal apapun apakah itu keuangan, apakah itu sikap, perilaku atau apapun juga maka awal tahun adalah awal perhitungan segalanya untuk di tutup kembali pada akhir tahun yang akan kita evaluasi sendiri-sendiri.

Melihat kebelakang untuk evaluasi tahun 2008 adalah dengan membandingkannya terhadap tahun 2007, namun yang terlihat dari sisi cara merayakan dan menyambut tahun baru nampaknya tidak banyak berubah baik di Indonesia maupun diseluruh antero dunia karena tadi pagi kulihat dalam semua stasiun TV yang diberitakan adalah acara hiburan music, baik dilapangan terbuka untuk khalayak umum yang tidak punya kesempatan dan kemampuan merayakan paket tahun baru di hotel-hotel, bahkan ada pemerintah yang mampu merogoh kocek 5.000.000,- dollar untuk menghibur rakyatnya merayakan tahun baru dengan pesta kembang api. Sekali lagi tidak berubah !!!

Bagaimana dengan ilmu pengetahuan ? sulit untuk menilai, karena memang tidak terekspos atau  memang tidak terperhatikan atau juga memang sengaja tidak diekspos, apalagi untuk menilai kualitasnya. Bagaimana pula dengan akhlak ? bertambak baik atau bertambah buruk ? nampak pada tahun tahun terakhir ini gerakan perbaikan menuju akhlak yang luhur semakin gencar walaupun masih ada satu dua berita atau berita-berita criminal baik dimedia cetak ataupun TV yang menyesakkan dada kita yang mendengar dan melihatnya. Bagaimana pula dengan kebenaran ? ini lebih susah lagi menilainya !!…… kadang benar menurut A, tidak benar menurut B. Kebenaran mana yang dapat kita pakai sebagai standar untuk menilai ? Kebenaran menurut kebiasaankah ? padahal yang namanya “kebiasaan ” itu pasti berubah dan jarang statis! Kebenaran menurut hukum perundang-undangan ? juga suatu saat bisa berubah dana memang sering berubah !! . . . . . kebenaran menurut adat isitiadat ? ini hanya berlaku local dimana adat istiadat itu berlaku !! apalagi sekarang yang zamannya sudah maju dan modern dimana tidak ada tempat yang tidak terjangkau oleh arus informasi yang menerjang bagai taifun tak terbendung menghancurkan adat istiadat.

Padahal kita tahu bahwa ketiga unsur itu adalah komponen pembentuk peradaban sebagaimana disampaikan oleh Prof. Dr. Qurais Shihab dalam tausiyahnya pada saat perayaan tahun baru 1430 H : “, peradaban ditandai oleh tiga hal, pertama tingginya kualitas ilmu pengetahuan, kedua tertanamnya ahklak yang luhur dan ketiga kebenaran.Itu sebabya peradaban adalah gabungan dari tigal hal indah, baik dan benar. Tanpa ketiganya peradaban tidak terbangun. “

Namun apapun hasil evaluasi kita, kita selalu berdo’a semoga tahun 2009 rahmat, taufik dan hidayah Allah senantiasa menyertai kita. Amin

Iklan

6 Komentar

  1. met tahun baru, pak
    yang jelas tak henti berusaha dan berdo’a pada-Nya
    agar selalu diberikan yang terbaik buat kita,
    amin..

  2. Saya jadi ingat syair Imam Syafi’i…..

    ” Bukanlah dikatakan yatim orang yang wafat ayah bundanya. Tetapi yang sebenar-benarnya yatim ialah yang tidak berilmu dan tidak beradab….”

  3. Jadi ingat syair Imam Syafi’i…..

    “Bukanlah dikatakan yatim orang yang wafat ayah bundanya. Tetapi yang sebenar-benarnya yatim ialah yang tidak berilmu dan tidak beradab…”

    Sekarang pada kenyataannya…banyak yang berilmu tetapi tidak beradab…Naudzubillah…

  4. Jadi ingat pernah baca syair…Bukanlah yatim seseorang yang ditinggal mati oleh ayah bundanya tetapi yang sesunguhnya yatim adalah orang yang tidak berilmu dan tidak beradab….

  5. saya jadi ingat syair…

    “Bukannya dikatakan yatim seseorang yang meninggal ayah bundanya tapi yang sesungguhnya yatim adalah orang yang tidak berilmu dan tidak beradab…”

    Sekarang justru banyak orang yang berilmu tapi tidak beradab….

  6. maaf pak,….

    kalau yang saya lihat akhir-akhir ini bukan gerakan menuju akhlak yang luhur, tetapi yang terjadi sebaliknya, GERAKAN MENUJU KEMUNAFIKAN DAN KEFASIKAN

    Perubahan sistem perpolitikan mendorong munculnya sikap yang saya sebutkan. Agama hanya dijadikan SIMBOL-SIMBOL untuk kepentingan tertentu. Sungguh ironis……

    Itu pendapat saya, dan tentunya kebenarannya sangat relatif


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s