Kawasan pemakaman sebagai unsought goods ?

okinawa-peace-memorial-park

Pernahkan anda menghitung berapa orang yang meninggal dalam 1 hari atau 1 x 24 jam di lingkungan anda ? di kota anda ? rasanya pasti ada yang meninggal setiap hari. Apakah itu balita, orang dewasa maupun manula baik laki-laki maupun perempuan, kaya atau miskin, dari kalangan apa saja, pedagang, saudagar, pebisnis, pns, petani, dan sebagainya.

Walaupun saat ini umur harapan hidup semakin baik namun yang namanya meninggal dunia insya Allah akan menjumpai setiap insan yang bernafas, menurut data umur harapan hidup bangsa Indonesia berkisar antara 64 – 65 tahun. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan perhitungan CDR =Crude Death Rate ( Angka Kematian Kasar) pada tahun 2004 di Indonesia dalam setiap 1.000 penduduk yang meninggal 4 orang.

Atas dasar perkiraan tersebut,andaikata penduduk provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2009 ini berjumlah 3.000.000 jiwa maka diperkirakan yang akan meninggal pada tahun 2009 adalah (3.000.000 : 1.000) X 4 = 12.000 jiwa.

Andaikata setiap orang yang meninggal dimakamkan pada sebidang tanah dengan ukuran 1 x 2,5 M2 maka diperlukan luasan lahan pemakaman sebesar 2,5 M2 x 12.000 = 30.000 M2 atau 3 Ha per tahun.

Seiring dengan persentasi pertumbuhan penduduk yang masih tinggi yaitu 1,11 % dan setiap tahun di Indonesia yang lahir rata-rata 4,5 juta jiwa dapat anda bayangkan bahwa penduduk akan terus bertambah jumlahnya . Ini juga berarti bahwa semakin banyak lahan yang harus disediakan untuk tempat pemakaman.

Bagi masyarakat atau penduduk yang berdomisili di pedesaan, jauh dari perkotaan, pada umumnya sejak lama telah tersedia pemakaman umum atau pemakaman keluarga sehingga tidaklah terlalu menyulitkan. Tapi bagaimana dengan masyarakat perkotaan ? yang untuk membangun rumah tinggal saja sudah merupakan persoalan tersendiri. Kalau meninggal dunia pun akan juga menjadi persoalan tersendiri, kemana harus dimakamkan.

Persoalan kemana harus dimakamkan nampaknya patut disikapi bersama, seperti penetapan dimana zona-zona pemakaman, bagaimana teknis dan kelayakan zona pemakaman, dan sebagainya. Atau bahkan mungkin aturan tata niaganya, karena pemakaman suatu saat nanti akan menjadi barang komoditas. Seperti yang sekarang ditawarkan di jakarta pada suatu zona/kawasan pemukiman yang ditawarkan pada tahun ini harganya Rp.6.000.000,-/kavling dimana harga tahun tahun berikutnya dapat dipastikan akan menjadi semakin mahal ! Bahkan ada yang menggunakan sistim sewa, minimum 2 tahun, dan kalau tidak diperpanjang maka pengelola pemakaman tidak bertanggung jawab lagi atas keberadaan almarhum/almarhumah yang dimakamkan, nah . . . ini khan repot lagi !

Namun karena sudah menjadi barang komoditas tentunya berlaku hukum pasar ! dan ini akan menjadi peluang usaha seperti layaknya bisnis properti yang menawarkan berbagai fasilitas kepada calon nasabah.

Iklan

2 Komentar

  1. th 2002 ide gila saya muncul. ketika itu salah BUMN di surabaya melakukan relokasi ke gresik. eks pabrik tersebut kosong dan mau dijual, maka dengan senang hati saya contaq by email teman saya di KOBE ( jepang ) .

    saya bilang ini ada lahan 8 Ha. posisi strategis, di tengah tengah kota. apa anda berminat.
    ok, tggu berita selanjutnya, saya akan cari investor di jepang. itu jawaban milis dia.

    tidak lama kemudian milis teman saya masuk, yg isinya investor sudah dapat , dan tolong siapkan akomodasi dan mobil di surabaya, karena investor tsb mau meninjau lokasi.

    setalah datang dan meninjau lokasi ex BUMN tsb, investor tersebut menyatakan beerminat terhadap lahan tersebut. lalu terjadilah pertemuan antara investor dengan dirut BUMN dan komisaris.
    se iring waktu dengan birokrasi yg begitu rumit memakan wakktu yg melelahkan, maka ex lahan BUMN tsb jadi di beli.

    dalam obralan di hotel berbintang 5 terjadi lah konsep konsep bisinis apa yang kiranya cocok dan tidak ada surabaya maupun di indonesia, agar lahan ex BUMN tersebut meng hasilkan uang bagi investor dan PAD bagi surabaya.

    dalam kesempatan ini saya menyodorkan suatu ide gila, apa itu………?

    HOTEL MAYAT .

    apa itu hotel di indonesia belum ada , kata investor.
    belum ada , itu jawaban saya.

    apa alasan anda membuat HOTEL MAYAT DI SUARABAYA.

    saya menjawab orang kaya di surabaya banyak, dan lahan makam / kuburan sudah sulit di cari.

    sudah saatnya surabaya memiliki hotel mayat, yang ,mana bisa disewakan ke kalangan orang kaya, untuk melihat jasad orang yg di cintai, dalam kondisi yang sudah di awet kan.

    akhirnya konsep atau ide gila saya terima dan di pelajari.
    hingga sekarang tinggal menunggu dokomen 2 dari pihak pemerintah pusat.
    mohon doa dan dukungannya semoga hotel maya tersebut tidak ada hambatan.

  2. Bukan ide gila, tapi visioner khususnya untuk masa yang akan datang dimana lahan pemakaman sudah sulit dicari atau tidak tersedia lagi !!! bravo.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s