Pisang Kalimantan Selatan

image011

Kalimantan Selatan, terkenal dengan berbagai icon, yang bertahan sejak dulu hingga sekarang adalah intan Martapura, dimulai dari intan Tri sakti sampai intan yang terakhir ditemukan berwarna coklat yang dimiliki Lihan sekarang, kemudian terkenal dengan budaya Banjar yang islami yang banyak memiliki ulama-ulama terkenal dimulai dari syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari hingga H. Zaini Gani alm.(Guru Izai), dan Kayu tapi sudah pudar karena hutannya tidak tumbuh lagi hutannya, yang sekarang sedang booming tapi banyak dampak lingkungannya adalah batubara. Namun ada pula sebetulnya yang bisa terkenal tapi memang belum terkenal yaitu pisang, pisang tumbuh subur di Kalimantan Selatan, dimulai dari :

1. Pisang Susu

2. Pisang Talas

3. Pisang Manurun

4. Pisang Mahuli

5. Pisang Ambon

6. Pisang Awa

7. Pisang Paikat

8. Pisang Raja

9. Pisang Amas

10. Pisang Tanduk

11. Pisang Timbatu

12. Pisang Kidung

13. Pisang Kapas

14. Pisang . . . . . .

Sampai sekarang aku belum pernah mendengar ada seseorang yang secara terencana dan terstruktur menjaga kelestarian dan kemurnian jenis-jenis pisang yang tumbuh di Kalimantan Selatan, padahal sudah ada teknologi kultur jaringan yang dapat memperbanyak anak-anak pisang. Saat ini untuk mencari pisang yang bagus, sudah sulit untuk memilih, kalaupun ada …harganya cukup mahal seperti 1 (satu) biji pisang talas harganya Rp.800,-, jadi kalau 1 (satu) sisir isinya 20 biji maka harga 1 sisir adalah Rp.16.000,- berapa 1 tandan ?

Disamping sulit karena mahal, tapi juga sulit mencari yang bagus karena yang kualitas bagus sudah dikirim keluar pulau yang harganya memang jauh lebih tinggi. Andaikata semua produksi pisangnya berkualitas bagus maka yang dijual atau yang tertinggal semuanya tetap bagus.

Pertanyaannya bagaimana agar semua produksi pisang di Kalimantan Selatan berkualitas bagus. Kalau masyarakat petani pisang, mungkin tidak mampu membeli teknologi kultur jaringan dan juga tidak mempunyai ilmu kultur jaringan. Yang memungkinkan adalah interfensi pemerintah daerah, dengan memberikan penyuluhan, dan menyediakan anak-anak pisang yang berkualitas dengan harga yang murah sebagai pengganti biaya operasional saja

Semoga ada yang bergerak apakah pengusaha atau pemerintah daerah.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s