Sang PUNAKAWAN

punakawan1

Semar dalam tugas pendampingannya di dunia manusia, mendapat bantuan dari anak-anaknya, yang mereka berempat beranak ini dikenal dengan istilah punakawan. Dalam pakem aslinya wayang purwa tidak dikenal istilah atau adanya punakawan ini, namun di pewayangan Indonesia berkembang dan beradaptasi dengan budaya lokal.

Semar yang sebenarnya adalah Batara Ismaya, didampingi oleh anaknya yang pertama bernama Nala Gareng, yang kedua Petruk dan yang bungsu adalah Bagong. Semar sebagaimana kita maklumi adalah pendamping para ksatria dalam pembentukan dan penempaan diri, yang memberikan pendapat diminta atau tidak diminta, memberi nasehat dan pertimbangan, memberi bimbingan kearah kebaikan, dan bahkan kadang sebagai pelipur lara dan penyejuk hati para ksatria. Begitu juga Nala Gareng, dia banyak teman dan menjaga silaturahmi, Petruk tidak kalah kelebihannya dengan Nala gareng, dia kantongnya berlubang besar, tidak pernah ada uang dalam kantongnya, sebuah perlambang bahwa dia tidak pernah memiliki harta, semua dia dermakan dan dia hanya memiliki Sang Hyang Wanang.  Dan yang terakhir juga punya kelebihan tersendiri, Bagong tidak dapat melihat kebathilan dan angkara murka, langsung dilabrak untuk dihancurkan.

Semua itu dalam pewayangan adalah pelajaran bagi kita, bahwa disaat kita mengarungi hutan belantara kehidupan yang penuh dengan jebakan dan  dan binatang buas yang setiap saat menerkam dan memangsa, maka isilah hidup kita dengan watak dan sifat para punakawan tadi.

Iklan

4 Komentar

  1. Benar pak…dunia ini sekarang diisi oleh orang-orang yang miskin etika…
    Kadang berlaku kayak raja rimba tapi mengatasnamakan Tuhan atas rencananya…
    Mungkin saya yang termasuk Bagong…sehingga saya lupa bahwa menghadapi semua orang harus penuh strategi, tapi saya punya niat tulus dan hanya Allah yang tahu…
    Berbahagialah orang yang dekat dengan Punakawan itu atau punya teman kayak mereka tapi kenyataannya di daerah kita jarang ada yang mengenal mereka…jadi susah mengenalkannya…

  2. Jangan kau cari sang punakawan, karena dia akan mendatangimu dengan sendirinya, untuk didatangi sang punakawan jadikanlah jiwa sang punakawan secara utuh dalam dirimu secara manunggal. Wassalam

  3. setuju pak.

  4. Terima kasih, dan sebagai tambahan untuk menguatkan pendapat adalah : coba lihat kelompok burung yang terbang sore menjelang magrib, rombongan burung pipit satu kelompok sendiri, rombongan burung walet satu kelompok sendiri, burung cabak pasti berkelompok sendiri di malam hari, dst


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s