Jangan Risau . . . . . . . . .

Dalam kitab Hadis Musnad Al-Firdaus, melalui Ibn ‘Umar, Nabi Muhammad Saw bersabda :

“Aku berkata benar, sesungguhnya Luqman bukanlah seorang nabi, tetapi dia adalah seorang hamba Allah yang banyak menampung hikmah, banyak merenung, dan keyakinannya lurus. Dia mencintai Allah, maka Allah mencintainya, dan menganugerahkan kepadanya hikmah. Suatu ketika dia tidur di siang hari. Tiba-tiba dia mendengar suara memanggilnya, ‘Hai Luqman, maukah engkau dijadikan Allah sebagai khalifah yang memerintah di bumi?’ Luqman menjawab,’Kalau Tuhanku menganugerahkan kepadaku pilihan, maka aku memilih afiat (perlindungan) dan tidak memilih ujian. Akan tetapi bila itu ketetapanNYA, maka akan kuperkenankan dan kupatuhi karena aku tahu bahwa bila itu ditetapkan Allah bagiku, pastilah DIA akan melindungiku dan membantuku.’ Para malaikat yang tidak dilihat oleh Luqman bertanya, ‘Mengapa demikian?’ Luqman menjawab, “Karena, pemerintah (penguasa) adalah kedudukan yang paling sulit dan paling keruh, kezaliman menyelubunginya dari segala penjuru. Bila dia adil, wajar dia selamat, dan bila dia keliru, keliru pula dia menelusuri jalan ke surge. Seorang yang hidup hina di dunia lebih aman daripada hidup mulia (dalam pandangan manusia), dan siapa memilih dunia dengan mengabaikan akhirat, maka dia pasti dirayu oleh dunia dan dijerumuskan olehnya. Dan, ketika itu, dia tidak akan memperoleh sesuatu di akhirat.” Para malaikat sangat kagum dengan ucapannya. Selanjutnya Luqman tertidur lagi. Ketika terbangun, jiwanya telah dipenuhi hikmah, dan sejak itu seluruh ucapannya adalah hikmah.” (M. Quraish Shihab; Secercah Cahaya Ilahi: 94-95).

Mari kita simak hadis di atas terutama alasan Luqman kenapa tidak mau menerima anugerah sebagai penguasa.  Tersirat dari frase kalimat jawaban Luqman bahwa dalam dunia pemerintahan terlalu banyak kekeruhan-kekeruhan dan kezaliman-kezaliman yang terjadi di sekitarnya dengan tanpa memandang tipe-tipe pemerintahan apakah itu monarki, demokrasi, atau apapun  istilah-istilah pemerintahan yang dipakai.

Namun janganlah kita risau atas hal demikian, pemerintahan harus tetap ada walaupun dengan kondisi sebagaimana yang digambarkan dalam hadis tersebut, karena disitulah ujian bagi kita semua baik sebagai pejabat pada tingkatan apa saja atau sebagai rakyat jelata yang mendapat perintah.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s