Jangan kaget … !!!

Qur’an : Surah Al An’am, ayat 123 :

Dan demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya.

Memang dalam setiap negeri pasti banyak pejabatnya mungkin dalam hitungan ribu, dalam sebuah Negara kalau kita coba menghitung jumlah pembesar-pembesarnya mulai dari raja sampai pejabat tingkat pemerintahan yang terendah maka  pasti lebih dari hitungan ribuan jumlahnya, apalagi ditambah dengan orang-orang yang merasa dirinya juga pejabat walaupun itu bukan pejabat Negara tapi pejabat organisasi baik organisasi partai politik, organisasi massa, organisasi sosial kemasyarakatan, dll. Diantara sejumlah itu pasti ada yang jahat dalam jumlah yang tidak tetap,  bisa hanya satu orang, bisa dua, tiga, empat dst . . . . .bahkan hampir semuanya, bisa saja !!

Dalam Paretto’s Principle kalau saja 20 % dari jumlah populasi berwarna hitam maka populasi itu akan cenderung atau ada kecenderungan menjadi hitam pula. Bagaimana kalau sudah menjadi budaya “hitam” ? . . . . . . . . dapat dipastikan bahwa penderitaanlah yang akan terjadi baik pada anggota populasinya sendiri atau pada anggota yang lebih luas atau lebih khusus kepada rakyatnya.

Keadaan ini sebenarnya sudah dipahami dan diprediksi oleh ulama besar zaman dahulu (Ibn Athaillah) dan dituangkannya dalam sebuah karya yang berjudul Al-Hikam yang pada salah satu frasenya berbunyi :

Selama engkau berada di dunia ini, janganlah terkejut dengan adanya penderitaan. Sesungguhnya penderitaan muncul hanyalah karena memang menjadi sifat pantasnya atau karakter aslinya.

Memang itulah dunia, ada siang ada malam, ada panas ada dingin, ada tua ada muda, ada senang ada dusah, ada suka ada derita, dll dan semuanya datang silih berganti. Seperti halnya yang dikatakan oleh Syekh Fadhalla dalam mengurai maksud frase tersebut di atas :

Semua pengalaman dan peristiwa di dunia merupakan perubahan terus menerus yang berkisar antara dua sifat yang berlawanan. Didunia tak ada kondisi senang dan nyaman yang bisa dipercaya. Dikatakan, orang yang mencari apa yang tidak diciptakan (dunia yang bisa dipercaya), maka ia akan meletihkan dirinya sendiri.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s