Jangan galau !!!

Pernahkah Anda ke Pengadilan ?

Pengadilan Negeri atau Pengadilan Agama ?

Siapa yang Anda temukan disana ?

Siapa yang mencari keadilan ?

Mengapa mencari keadilan ?

Apakah belum ada keadilan ?

Siapa yang memberi dan menetapkan keadilan ?

Banyak pertanyaan yang muncul di seputar kata pengadilan dan keadilan, apalagi kalau ditambahkan dengan siapa menetapkan keadilan dan yang melaksanakan pengadilan, pasti tambah banyak lagi daftar pertanyaan yang muncul dan pasti lebih banyak lagi jawaban-jawaban yang harus dikemukakan.

Berbicara pengadilan dan keadilan, tidak bisa terlepas daripada jaksa, hakim, panitera, terdakwa dan pencari keadilan. Namun yang harus kita sadari adalah bahwa mereka para jaksa, hakim, panitera, terdakwa dan pencari keadilan adalah manusia biasa yang terdiri atas darah dan daging yang harus makan dan minum, yang punya keluarga, punya lingkungan, punya harapan, punya cita-cita dan nafsu dan juga punya keyakinan, punya agama, punya etika dan seterusnya, dan entah punya apa lagi !!! Mari kita tinggalkan sejenak fenomena-fenomena hukum yang kita lihat diberbagai media dengan membaca paragraph berikut : “jika pikiran dan jiwa Anda Kosong dari nilai-nilai moral dan spiritual, mana mungkin hukum yang Anda tetapkan sesuai dengan nilai-nilai yang diamanatkan keadilan. Pada saat seorang hakim meninggalkan etika dan moral, maka pada saat itu pula hukum yang ditetapkannya ditinggalkan oleh keadilan. Dan pada saat hukum itu ditinggalkan oleh keadilan, saat itu pula hakim yang menetapkannya telah melangkahkan kaki menuju murka Ilahi.” (M. Quraish Shihab, 2000: Secercah Cahaya Ilahi, Hidup Bersama Al Qur’an, hal 64)

Dan bagaimana jika Allah sudah murka ? maka marilah kita simak pula sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Darda melalui sahabat Nabi, Buraidah, yang berbunyi : ‘Rasulullah Saw bersabda, “ Hakim ada tiga macam, satu di surga dan dua di neraka. Yang di surga adalah hakim yang memiliki pengetahuan tentang kebenaran dan memutuskan dengannya. Sedangkan yang mengetahui kebenaran dan menyimpang darinya dalam menetapkan hukum, dia di neraka, dan yang menetapkan hukum dengan didasari oleh kebodohan, juga di neraka.” Wahai para pihak (mengambil istilah hukum)….. jangan galau !!!! terlepas apakah ada pengkhianatan atau tidak, ada kolaborasi atau tidak, ada intrik atau tidak, ada kongkalikong atau tidak, ada permainan atau tidak. Sekali lagi jangan galau !!!

Karena semua proses pengadilan dan keadilan telah dilaksanakan secara sakral dengan mengatasnamakan keadilan dan semua para pihak telah disumpah dengan nama Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing para pihak.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s