Orang Kaya

Kaya, hartawan, jutawan, milyuner adalah kebanyakan harapan cita-cita manusia, dan tentunya sah-sah saja obsesi tersebut dan memang patut untuk diperjuangkan dengan menuntut ilmunya sehingga diperoleh kemampuan berupa ketrampilan diri untuk menjadi kaya. Namun cara yang bagaimana dan bagaimana setelah menjadi kaya lah yang perlu untuk disikapi secara serius.

Jangan seperti Qarun yang diabadikan dalam Al-Qur’an pada surah Al-Qasas,yaitu :

Ayat 76 : Sesungguhnya Qarun termasuk kaum Musa, tetapi dia berlaku zalim terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, “ Janganlah engkau terlalu bangga. Sungguh , Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri.”

Ayat  77: Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.

Ayat 78 : Dia (Qarun) berkata, “ Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku.” Tidaklah dia tahu, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka.

Ayat 79 : Maka keluarlah dia (Qarun) kepada kaumnya dengan kemegahannya. Orang-orang  yang menginginkan kehidupan dunia berkata , “ Mudah-mudahan kita mempunyai harta kekayaan seperti apa yang telah diberikan kepada  Qarun, sesungguhnya dia mempunyai keuntungan yang besar.”

Ayat 80 : Tetapi orang-orang yang dianugerahi ilmu berkata,” Celakalah kamu ! Ketahuilah, pahala Allah lebih baik bagi orang-orang beriman dan mengerjakan kebajikan, dan (pahala yang besar) itu hanya diperoleh oleh orang-orang yang sabar.”

Ayat 81 : Maka Kami benamkan dia (Qarun) bersama rumahnya kedalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golonganpun yang akan menolongnya selain Allah, dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri.

Ayat 82 : Dan orang-orang yang kemarin mengangan-angankan kedudukannya (Qarun) itu berkata, “ Aduhai, bernarlah kiranya Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki diantara hamba-hambaNya dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki diantara hamba-hambaNya). Sekira Allah tidak melimpahkan karuniaNya kepada kita, tentu Dia telah membenamkan kita pula. Aduhai, benarlah kiranya tidak akan beruntung orang-orang yang meningingkari (nikmat Allah).”

Ayat 83 : Negeri Akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang bertakwa.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s