Fadlilah puasa 6 di bulan Syawal

Hadits riwayat Muslim, dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda :

Siapa berpuasa Ramadhan, kemudian menyambungnya dengan 6 hari pada bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa sebulan penuh.

Riwayat lain: “ Allah swt memberinya pahala 6 Nabi, yaitu :

  1. Nabi Adam as,
  2. Nabi Yusuf as,
  3. Nabi Ya’kub as,
  4. Nabi Musa as,
  5. Nabi ‘Isa as,
  6. Nabi Muhammad saw..

Allah swt, lebih tahu pasti tentang kebenaran.”

Salah seorang Ulama menegaskan : “ Siapa berpuasa 6 hari sesudah Hari Raya Fitri, pasti ia dimuliakan oleh Allah dengan 10 perkara, yaitu :

  1. Berkah penuh kebaikan dalam hidupnya;
  2. Harta bendanya selalu meningkat;
  3. Keluarga selalu terpelihara;
  4. Perbuatan buruknya terhapus;
  5. Amal kebaikannya dilipat gandakan pahalanya;
  6. Mudah sewaktu sakaratul maut;
  7. Dapat penerangan dalam kuburnya;
  8. Berat amal baiknya dalam timbangan sewaktu dihisab;
  9. Bebas dari segala tindakan rendah;
  10. Naik terus derajatnya.

Mari kita tunaikan puasa 6, kalau tidak bisa berturut-turut 6 hari penuh, boleh dilaksanakan secara terpisah selama masih dalam bulan Syawal.

Iklan

Shadaqah

Nabi Saw bersabda: “ Shadaqah sanggup mengunci 70 pintu kejahatan.”

Shadaqah itu terbagi menjadi 4 bentuk pahala, yaitu :

  1. Pahalanya dilipatkan 10 x, yaitu shadaqah yang diserahkan kepada fakir miskin.
  2. Pahalanya dilipatkan 70 x,  yaitu shadaqah yang diserahkan kepada keluarga terdekat.
  3. Pahala nya dilipatkan 700 x, yaitu shadaqah yang diserahkan kepada kawan-kawan  muslim.
  4. Pahalanya dilipatkan 1000 x, yaitu shadaqah yang diserahkan kepada para mahasiswa/ pelajar/santri yang tengah menimba ilmu pengetahuan agama Islam.

Melihat bentuk penggandaan pahala sebuah shadaqah, mungkin dapat disiasati dengan  pola tertentu agar perlipatgandaanya jauh lebih besar dari yang empat macam tersebut dengan nominal shadaqah yang sama, misalkan kalau kita punya uang Rp.1.000,-  kita shadaqahkan secara ikhlas untuk yang  no.1  maka dapat 10 kali lipat pahalanya atau kita shadaqahkan secara ikhlas  untuk yang no.4 maka  dapat 1000 kali lipat pahalanya.

Mari kita pertimbangkan beberapa alternative berikut :

  1. Dishadaqahkan kepada  mahasiswa/ pelajar/santri (no.4), yang muslim (no.3), dan dia adalah keponakan kita atau sepupu kita (no.2), dan dia termasuk fakir miskin (no.1),  semoga pahalanya bisa menjadi 1000 x 700 x 70 x 10 = 490.000.000 kali !!!
  2. Dishadaqahkan kepada  mahasiswa/ pelajar/santri (no.4), yang muslim (no.3), dan dia adalah keponakan kita atau sepupu kita (no.2), walaupun dia tidak termasuk fakir miskin ,  semoga pahalanya bisa menjadi 1000 x 700 x 70  = 49.000.000 kali !!!
  3. Dishadaqahkan kepada  mahasiswa/ pelajar/santri (no.4), yang muslim (no.3), dan dia bukan keluarga terdekat kita , dan juga  tidak termasuk fakir miskin ,  semoga pahalanya bisa menjadi 1000 x 700   = 700.000 kali !!!

Mari kita bershadaqah mengingat besarnya manfaat shadaqah tersebut baik untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain.

7 langkah,8 langkah, 7 pintu neraka, 8 pintu surga

Neraka, adalah sebuah lokasi di akherat kelak, sebuah lokasi tempat hukuman bagi manusia yang pernah hidup di dunia yang telah melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh Allah Swt. Pelanggaran yang dilakukan manusia juga bermacam-macam tingkat pelanggarannya, maka nerakapun mempunyai peringkat dalam beratnya maupun jenis hukumannya. Adapun peringkat neraka adalah sebagai berikut :

  1. Neraka Sa’ir, penghuninya adalah orang-orang yang suka berdusta.
  2. Neraka Ladha, penghuninya adalah orang-orang yang enggan membayar zakat hartanya.
  3. Neraka Saqar, penghuninya adalah orang-orang yang tidak sholat dan tidak suka memberi makan orang miskin.
  4. Neraka Jahim, penghuninya adalah orang-orang yang orang-orang yang mementingkan kehidupan dunia yaitu yang menuruti hawa nafsunya.
  5. Neraka Jahannam
  6. Neraka Hawiyah
  7. Neraka Huthamah, penghuninya adalah orang-orang yang suka adu domba.

Adapun Surga adalah juga sebuah lokasi di akherat kelak, sebuah lokasi untuk memberi ganjaran yang baik bagi manusia yang taat atas segala petunjuk Allah Swt. Sebagaimana neraka, surgapun bermacam-macam sesuai dengan tingkat ketaatan manusia kepada Sang Penciptanya.

Macamnya surga adalah sebagai berikut :

  1. Darul Jalal, terbuat dari mutiara putih.
  2. Darus Salam, terbuat dari yakut/permata merah
  3. Jannatul Ma’wa, terbuat dari zabarjud/permata hijau
  4. Jannatun Khuld, terbuat dari marjan/mutiara kuning.
  5. Jannatun Na’im, terbuat dari perak putih.
  6. Darul Qarar, terbuat dari emas merah.
  7. Jannatul Firdaus, terbuat dari batu bata perak, batu bata emas, batu bata yakut, batu bata zabarjud, perekat minyak kasturi/misik.
  8. Jannatu ‘Adn, terbuat dari mutiara putih, ialah surge paling unggul/isyimewa melebihi semua surge yang ada, pintunya saja 2 buah terbuat dari emas, jarak antara keduanya seperti antara langit dan bumi. Bangunannya batu bata emas dan perak, debu pasirnya minyak ambar, dan debu perekatnya misik. Di surge ‘Adn terdapat sungai-sungai yang mengalir ke seluruh surga, kerikil-kerikil sungai tersebut terbuat mutiara, sedangkan airnya sejuk melebihi es, manis melebihi madu. Dan di surga ‘Adn pula terdapatnya telaga Kautsar, yakni telaga Nabi Muhammad saw. Di dalamnya pula terdapat sungai kafur/kapur barus, sungai tasnim, salsabil dan rahiqul.

Surga dan Neraka adalah pilihan kita, untuk mencapai keduanya juga sudah ada petunjuknya, salah satu petunjuk untuk tidak masuk ke neraka tapi masuk ke surga adalah sebagaimana disabdakan oleh Nabi saw :

“ Siapa mengantar tamunya tujuh langkah, Allah menutup darinya tujuh pintu neraka, dan apabila mengantarnya 8 langkah, Allah membuka untuknya delapan pintu surga hingga ia masuk ke dalamnya dari pintu mana saja yang ia suka. (Haqaiq)

(sumber DURATUN NASIHIN)

7 kalimat mulia

Al Faqih Abu Laits menegaskan : “Siapa pandai memelihara 7 kalimat,berarti mulia disisi Allah dan para malaikatNYA, diampuni dosanya oleh Allah sekalipun beserta seperti jumlah buih lautan, dan ia memperoleh lezat/manisnya taat, hidup dan matinya tetap dalam kebaikan,” yaitu :

  1. Setiap pekerjaan diawali dengan ucapan : “Bismillah” (dengan menyebut nama Allah)
  2. Setiap pekerjaan diakhiri dengan ucapan: “ Alhamdulillah” (segala puji bagi Allah)
  3. Ketika lisan terlanjur mengucapkan perkataan yang tidak bermanfaat, segeralah beristighfar dengan ucapan :”Astaghfirullah” (aku mohon ampun kepada Allah)
  4. Ketika akan melakukan suatu pekerjaan diwaktu yang akan datang (besok, lusa, nanti, bulan depan, tahun depan, dst) ucapkanlah:”Insya’a Allah” (jika Allah menghendaki)
  5. Ketika menghadapi hal-hal yang kita tidak mampu menahannya atau tidak berkenan/disukai dalam hati kita, ucapkanlah : “Laa hawla walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adhiim” (tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang luhur lagi Agung)
  6. Secara terus menerus lisan mengucapkan dua kalimat thayyibah (dua kalimat syahadat), baik siang maupun malam hari, yaitu : “Laa ilaaha illa’Allahu Muhammadur rasulullah” (tiada Tuhan yang lain, kecuali Allah dan Nabi Muhammad adalah Rasul Allah)

(Sumber; Usman bin Hasan bin Ahmad Syakir, al-Khaubawi: DURATUN NASIHIN)

Akal vs Nafsu

Sehubungan dengan perang menundukkan hawa nafsu syahwat, telah diceritakan dalam proses diwajibkannya puasa, sebagai berikut :

“ Bahwasanya Allah Swt, setelah selesai menciptakan akal berfirman:”Hai akal menghadaplah kamu kepada KU, maka dengan segera akal menghadapNYA. Lalu Allah menyuruhnya:”Mudurlah hai akal, maka ia segera mundur menta’ati perintah Allah Swt. Kemudian Allah bertanya :” Hai akal, siapakah sebenarnya kamu dan AKU ini ? jawabnya: “ Ya Allah, ENGKAUlah Tuhan sesembahanku, sedang aku hanyalah seorang hambaMU yang lemah. Akhirnya ia dipuji oleh Allah dengar firmanNYA :” Hai akal, tiada makhluk yang kuciptakan lebih mulia dibandingkan kamu.”

Kemudian Allah menciptan pula nafsu, dan ketika ia disuruh menghadap Allah, sepatah katapun tiada jawaban darinya, bahkan ketika ditanya : “ Siapa kamu, dan siapa AKU? Jawabnya : “ Aku ya aku, KAMU ya KAMU.” Maka dengan demikian ia patut menjalani hukuman, akibat tidak tahu diri, ia disiksa dilemparkan ke dalam kobaran api neraka jahannam selama 100 tahun, dan setelah habis masa hukumannya, ia dikeluarkan dari neraka, lalu ditanya, : Siapa sebenarnya engkau, dan siapa pula AKU ? Jawabnya tiada berbeda dengan dulu :” Aku ya aku, ENGKAU ya ENGKAU.”

Akhirnya ia dihukum lagi, tapi kali ini ia dilemparkan ke dalam neraka lapar selama 100 tahun, sehabis masa hukuman ia ditanya lagi tentang diri dan Penciptanya, maka berkat hukuman lapar (puasa) ia mengakui bahwa dirinya adalah seorang hamba yang lemah, dan Allah Tuhannya, itulah sebabnya Allah mewajibkan puasa baginya.” (Misykah)

[Sumber; Usman bin Hasan bin Ahmad Syakir, al-Khaubawi: DURRATUN NASIHIN ]

Macam-macam Puasa dalam Islam

Puasa, secara umum diartikan tidak makan dan minum apa saja ! Misalkan kalau kita ingin operasi, oleh dokter , 24 jam sebelum operasi, pasien diminta untuk berpuasa. Mungkin kita juga pernah mendengar puasa mutih, sahurnya nasi putih dan minumnya air putih saja!! Mungkin juga puasa ngrowot, sahurnya buah-buahan saja dan bukanya juga buah-buahan saja dengan minum air putih saja.

Namun puasa dalam Islam, adalah menahan makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan puasa lainnya dari saat imsak sampai dengan tergelincir matahari(Maghrib), dan jenis-jenis puasa dalam Islam ada beberapa macam antara lain :

  1. Puasa pada bulan Ramadhan
  2. Puasa 6 Hari pada bulan Syawal
  3. Puasa Hari Arafah pada 9 Dzul-hijjah
  4. Puasa Hari Asyura pada 10 Muharam
  5. Puasa Hari Tasu’a pada 9 Muharam
  6. Puasa 10 Hari Pertama pada bulan Dzul-hijjah
  7. Puasa 10 Hari Pertama pada bulan Muharam
  8. Puasa pada bulan Rajab
  9. Puasa pada bulan Sya’ban
  10. Puasa pada Syahrul-Haram yaitu pada bulan Dzul-hijjah; Rajab; Dzul-Qa’dah, dan Muharam
  11. Puasa pad awal bulan, pertengahan bulan dan akhir bulan pada setiap bulan
  12. Puasa Hari Bidh pada hari ke 13, 14 dan 15 pada tiap-tiap bulan
  13. Puasa Hari Senin dan Kamis
  14. Puasa Hari Senin, Kamis dan Jum’at
  15. Puasa Hari Kamis dan Jum’at
  16. Puasa Hari Jum’at dan Sabtu
  17. Puasa Nabi Daud, sehari puasa, sehari tidak puasa

Selamat menunaikan ibadah puasa baik yang wajib maupun yang sunat !

Adab Puasa

Dalam setiap melaksanakan pekerjaan ada adab-adab yang harus dipenuhi agar pekerjaan tersebut terselesaikan secara sempurna, adapun untuk melaksanakan puasa, baik puasa wajib maupun sunat, adalah sebagai berikut :

1. Berniat setiap malam untuk melaksanakan puasa seperti :”sengaja aku puasa esok hari untuk menunaikan fardhu Ramadhan pada tahun ini karena Allah ta’ala.”

2. Batal puasa seba secara sengaja makan dan minum dan jimak, kecuali lupa atau digagahi orang (diperkosa).

3. Batal puasa bagi wanita sebab kedatangan haidh atau nifas atau wiladah (melahirkan).

4. Batal puasa sebab mengeluarkan air mani karena sengaja akibat mencium istri dengan syahwat atau memegang-megang istri dengan syahwat.

5. Batal puasa sebab muntah secara sengaja.

6. Makruh mencium istri dan bermain-main dengan istri.

7. Makruh membuang darah (berbekam).

8. Makruh berlebih-lebihan kumur-kumur dan memasukkan air ke hidung saat berwudlu.

9. Makruh bersikat gigi setalah masuk waktu dzuhur.

10.Sunnat menyegerakan berbuka dan melambatkan sahur.

11.Sunnat berbuka puasa dengan kurma, kalau tidak ada kurma cukup dengan sesuatu yang manis. Kalaua tidak ada juga sesuatu yang manis, maka sunnat berbuka dengan air.

12.Sunnat mandi janabah (junub) sebelum terbit fajar.

13.Sunnat terus menerus sholat tarawih.

14.Sunnat memeprbanyak sedekah dan membaca Al-Qur’an dan berdzikir.

15.Sunnat menyempurnakan puasa dengan memelihara anggota badan dari yang dibenci Allah ta’ala.

16.Memelihara mata dari melihat yang diharamkan Allah ta’ala.

17.Memelihara lidah dari perkataan yang sia-sia dan diharamkan Allah ta’ala seperti berdusta, mengumpat, mengadu domba, berbantah-bantahan, dan memarahi orang.

18.Memelihara telinga dari mendengarkan orang mengumpat, orang berdusta, orang menggunjing, dsb.

19.Memelihara perut dari makanan yang haram dan syubhah.

20.Jangan memperbanyak makan disat berbuka puasa seperti jatah makan siang digabung dengan makan malam, dsb.

Semoga dapat melaksanakan adab-adab ini dan kita dapat melaksanakan puasa secara baik dan mendekati kesempurnaan yang diterima oleh Allah ya’ala. Amin.