Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes) Kab. Banjar

          Sebagai salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan dengan luas wilayah 4.668 km persegi dan jumlah penduduk mendekati 543.000 jiwa pada tahun 2008 terbagi atas 17 Kecamatan dan 288 desa dan kelurahan maka Kabupaten banjar termasuk kabupaten terluas ke 3 dan jumlah penduduk terbesar ke 2 setelah ibukota Provinsi Kalimantan Selatan yaitu Banjarmasin.

         Dengan luas dan jumlah penduduk seperti itu serta penyebaran penduduk yg terpola di tepi sungai, handil, rawa maupun danau dan pada ibukota kabupaten dan kecamatan memberikan suatu gambaran pola kehidupan masyarakat Kabupaten Banjar yang hampir 70 % penduduknya bekerja sebagai petani padi, ikan dan palawija. Jenis pekerjaan sebagai petani ini pada saat ini sangat tidak  menguntungkan dari sisi pendapatan masyarakat karena berbagai sebab dimana antara lain adalah karena biaya produksi yang tinggi serta harga jual yang murah. Akibatnya rata rata masyarakat petani di Kabupaten Banjar tidak berkecukupan, boleh dikatakan miskin apalagi kalau diukur dengan 14 indikator yang dipakai oleh institusi resmi BPS, namun tidak menafikan juga bahwa ada juga beberapa diantara juga kaya tapi tidak kaya raya.

          Menyikapi hal ini Pemerintah Kabupaten Banjar dengan rasa prihatin mencari pemecahan yang mendasar dengan cara meningkatkan sumber daya manusianya melalui beberapa program andalan yaitu program pendidikan gratis spp untuk siswa SD/MI/SMP/MTs; program 11 pelayanan dasar kesehatan gratis 24 jam di semua puskesmas dan pustu; program peningkatan pendapatan masyarakat.

           Khusus program peningkatan pendapatan masyarakat ini Pemerintah Kabupaten Banjar mengalokasikan dana dalam APBD tahap pertama adalah Rp.2.880.000.000,00, dimana setiap desa/kelurahan mendapatkan dana hibah sebesar Rp. 10.000.000,- dengan status dana tersebut adalah dana milik masyarakat desa yang akan dijadikan saham masyarakat desa pada BUMDes dimana Pembakal (istilah Kepala Desa di Kabupaten Banjar) sebagai pemegang saham mewakili masyarakat desanya.

        Dengan sebuah kesadaran bahwa dana Rp. 10 juta tersebut tidak mempunyai nilai yg signifikan untuk sebuah usaha maka setiap desa bergabung menjadi sebuah BUMDes pada setiap kecamatan, sehingga nilainya menjadi cukup besar untuk memulai sebuah usaha, misal dalam sebuah kecamatan terdapat 20 desa maka modal BUMDes menjadi 20 x Rp. 10.000.000,- = Rp. 200.000.000,-

        BUMDes tersebut dikelola oleh masyarakat itu sendiri yang diseleseksi melalui “fit and proper test”

16 Komentar

  1. Salut atas adanya program BUMDes.
    Seringkali kalau menengar keluhan dari kawan-kawan di BUMDes, bahwa mereka punya banyak potensi tapi bingung harus kemana menjualnya. Mungkin diperlukan wadah informasi di tingkat kabupaten sebagai tempat berkonsultasi untuk menangkap peluang dan bimbingan. Semoga sukses selalu.

  2. Terima kasih, dan untuk manajemennya masih terus dibenahi dengan menyiapkan personil-personilnya agar dalam waktu dekat dapat mengganti manajemen yang ada yg masih dipimpin oleh aparat kecamatan. Saran yang bagus yang akan kusampaikan kepada pengelola tingkat kabupaten. Wassalam

  3. Sebaiknya BUMDes mendapat suntikan modal melaui penyertaan PEMDA Banjar per BUMDes Rp. 1.000.000.000,-

  4. Saat ini pemkab baru menghibahkan Rp.10.000.000,-/desa sebagai modal awal, sehingga modal bersama BUMDes bervariasi tergantung ada berapa desa dalam sebuah kecamatan, mialnya dalam 1 kec ada 20 desa, maka modal awal BUMDes pada kec tersebut adalah Rp.200.000.000,- dengan modal tersebut akan digunakan dulu untuk berusaha melalui manajemen yang baru.
    Nah . . . setelah berkembang nanti dalam beberapa waktu yang akan datang, akan dievaluasi layaknya sebuah perusahaan. Atas dasar hasil evaluasi dan berbagai pertimbangan manajemen, kebijakan akan ditentukan kemudian., Wassalam

  5. Pak Yus… apakah memungkinkan bagi saya untuk mengetahui dan mendapatkan konsep detail program BUMDes ini? Maksudnya dalam konsep praksis implementasinya, karena saya tertarik untuk mengetahui lebih detail tentang ide ini. Misalnya :

    – Apakah ada perbedaan signifikan konsep BUMDes ini dengan konsep koperasi?

    – Apakah program ini disertai dengan program pendampingan dari mereka yang benar-benar memiliki kompetensi pada dunia usaha? Karena jujur saja, saya sangat sedikit menemukan birokrat yang memiliki enterpreneur mind set yg sangat diperlukan untuk hal macam ini.

    – Apakah juga dilakukan analisis yang komprehensif untuk tiap desa/kecamatan terkait potensi dan kemungkinan pengembangannya? Mungkin mirip-mirip SWOT lah… Bagi saya, analisis dasar macam ini menjadi hal yg sangat krusial dan strategis untuk implementasi program macam ini. Karena tentu karakteristik tiap daerah itu bisa jadi berbeda, padahal program ini sepintas saya fahami berbasis pada wilayah administrasi.

    Sebetulnya masih banyak pertanyaan lain yang menggelitik saya untuk tau lebih banyak soal ini Pak Yus… karena ini memang cukup menarik dan sepintas memiliki kemiripan dengan konsep dasar koperasi.

    Namun pada prinsipnya, menurut saya ini adalah sebuah program besar yang memiliki nilai strategis untuk publik selama dikelola dengan benar.

  6. Untuk mendapatkan informasi lengkap ttg BUMDes sangat dimungkinkan dan boleh, serta terima kasih atas apresiasinya. Perbedaan signifikan adalah dari struktur organisasi yang berbeda karena BUMDes adalah sebuah perusahaan yang berbadan hukum yang berakibat berbeda dalam sistim menajemennya dengan koperasi.
    Karena pengelolanya diambil dari wakil masyarakat masing-masing desa yang fit and proper test, kemudian dimagangkan untuk mengelola sebuah perusahaan sambil terus dibina oleh setiap SKPD yang berkaitan dengan manajemen dan usaha yang dilaksanakan oleh BUMDes.
    Untuk jenis usaha yg dipilih ini dirapatkan dulu bersama antara pengelola BUMDEs dengan Tim Pembina Kabupaten, untuk dicari usaha yang paling menguntungkan dan tidak beresiko dan harus memperhatikan potensi masing-masing kecamatan dari sudut pasar yang potensial. Contoh di gambut, usahanya adalah tunda jual gabah, dan penggemukan sapi dan menjadi agen pupuk. Sedangkan untuk daerah mataraman dan sekitarnya memilih usaha pengumpul karet. Tiap kecamatan berbeda.
    Saat ini sedang dalam evaluasi terus untuk melihat perkembangannya, dan ada yang maju dan ada yang jalan santai. Wassalam

  7. Sebaiknya BUMDes ada sekretariat bersama untuk berkumpul para Direktur BUMDes se-Kabupaten Banjar yang berlokasi di kota Martapura. Hal ini untuk memudahkan koordinasi antar BUMDes se-Kabupaten. Selain itu untuk membuat kemitraan antar BUMDes lebih cepat dn terkoordinir seluruh potensi. Thx

  8. Evaluasi BUMDes yang di rancang sebulan sekali untuk mengumpul para Komisaris, Dirut dan Direktur Operasional, sebaiknya diteruskan secara konsisten, sehingga dapat memantau perkembangan masalah yang dihadapi ditingkat lapangan. Bagi para Komisaris, Dirut dan Direktur Operasional yang nakal supaya diadakan penggantian. Trims…..? he he he

  9. Insya Allah tetap diteruskan evaluasinya oleh tim pembina kabupaten, dan masukan tentang sekretariat bersama ini patut untuk kami rundingkan secara matang, terus terang ‘sekber’ ini belum punya dan belum ada yanag mengusulkan. Terima kasih

  10. ???????

  11. Bisakah pihak Pemkab.Mengamankan dana BUMDes yang sudah berputar dimasyarakat saat ini??? jawabnya bisa ya dan bisa tidak, bisa kalau pengawasan lebih ketat dan audit dilakukan oleh pihak eksternal semacam akuntan publik, tidak bisa bila semua ikut bermain-main memainkan dana tidak pada alokasi yang benar. Sebenarnya hanya dua pilihan itu, kalau mau baik ya komet semuanya , tapi bila dimain-mainkan , tunggu saja kehancuran BUMDes yang sudah cape membangunnya, apalagi bila digunakan utk kepentingan trent saat ini ya… apalagi untuk kepentingan pola pikir lima tahunan haaa haaa

  12. hal hal itulah yang paling susah dikontrol dan dikendalikan, dan juga siapa yanng bisa mengontrolnya ?

  13. Semoga BUMDes yang sudah susah payah dibentuk terus berlanjut. Hal ini tentu wajib ada usaha monev yang kontinyu secara langsung terhadap dokumen2 kegiatan maupun pengamatan kepada masyarakat yang menjadi bagian dari BUMDes. Hasilnya disampaikan secara terbuka kepada manajemen maupun masyarakat. Jika terdapat kekurangan lakukan segera perbaikan dan pembinaan. Jika terdapat prestasi tentu perlu dipikirkan reward baik berupa materi, penghargaan, ataupun pertimbangan peningkatan karier (bagi PNS). Secara kelembagaan patut dipertimbangkan penghargaan BUMDes berprestasi saat HUT Kab.Banjar.
    BUMDes adalah salah satu prestasi (menurut saya) dari kinerja Bupati Banjar dan jajarannya karena sebagaimana berita koran lokal terkemuka yang menyatakan bahwa Kab Batola dan Kab HSU, juga akan mencanangkan program BUMDes seperti Kab Banjar. Nah, siap-siaplah BUMDes Kab Banjar untuk menjadi obyek pembelajaran / kajian bagi daerah lain. Sudah pasti supaya pantas dibanggakan maka kinerja harus dioptimalkan mulai sekarang….. Jika suatu saat hal itu benar terjadi maka harapan saya beberapa waktu sesudah studi banding ke Gorontalo yaitu jangan kita2 aja pang nang studi banding wadah urang, sekali dua sudah cukup, lalu bagaimana caranya agar orang pulang nang belajar wadah kita – tercapai amiiin….Salut buat pejuang2 BUMDes. Merdeka…..!!! Wassalam Prof.Dr.Ir.Idiannor Mahyudin, MSi Sekretaris FKAP3 Banjar

  14. saya salah satu warga Kota Tangerang Selatan (baru resmi dilantik walikotanya Januari 2009) Propinsi Banten, ingin mengetahui lebih detail konsep BUMDes, terima kasih

  15. Terima kasih Prof, dan diinformasikan bahwa saat ini semua Bumdes sedang diaudit neraranya dan hasilnya ada di kabag Ekonomi. Mari kita do’akan dan kita bina agar bisa lebih berkembang. Wassalam

  16. Selamat pagi Pak Chairul dan terima kasih atas atensinya terhadap Bumdes di Kabupaten Banjar, untuk keterangan rincinya Pak Chairul dapat menghubungi Kabag Ekonomi Setda Banjar ( Bpk. Drs. Masrusi/05117316466). Wassalam


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kalender

    • Agustus 2017
      S S R K J S M
      « Mei    
       123456
      78910111213
      14151617181920
      21222324252627
      28293031  
  • Cari