K E S E M P A T AN

Kesempatan….., sebuah kata baru kalau boleh saya istilahkan demikian, karena kata asalnya adalah  sempat  yang mendapat awalan ke dan akhiran an. Namun istilah “kesempatan” ini adalah sebuah kata yang sangat bermakna dalam kehidupan ini, seperti contoh dalam kalimat-kalimat berikut ini dalam kehidupan kita sehari-hari :

> Masih adakah kesempatan bagiku ?

> Kesempatan pertama tidak pernah datang 2 kali !!!

> Ini kesempatan ke dua !!!

> dll masih banyak istilah kesempatan yg bisa kita dengar.

Sebetulnya “kesempatan” dalam artian sebenarnya tidaklah langka, tapi selalu ada dalam setiap denyut kehidupan kita, tinggal apakah kita dapat melihatnya sebagai suatu kesempatan bagi kita,  dan dapatkah pula kita mengambilnya sebagai suatu kesempatan bagi kita untuk memanfaatkan entah untuk menambah rezki, menambah ilmu, menyejukkan mata kalau ada keindahan yang melintas dimata kita, memanjakan telinga kalau kita mendengar lantunan irama alam sekitar kita, atau menambah iman kita.

Kesimpulannya….. ambil setiap ada kesempatan, apapun itu …..nggak perlu analisa-analisa njlimet  seperti SWOT , dll ……nikmati saja,  manfaatkan untuk kebahagiaanmu dunia dan akhirat…………..tentunya dalam koridor yang benar sesuai dengan tuntunan keimanan dan  keyakinan serta agama kita masing-masing. Wallahu alam

24 jam bagi muslimin/muslimat

Sebuah tawaran pembagian waktu dalam sehari semalam bagi muslimin/muslimat & mukminin/mukminat , waktu-waktu atau pukul yang ada dalam pembagian waktu ini sifatnya tentative menyesuaikan dengan jadwal waktu sholat lima waktu pada masing-masing daerah yang tentunya tidak sama.

Tawaran ini lebih banyak ditujukan kepada mereka yang telah berumur 40 tahun ke atas, sesuai bunyi ungkapan “ life begins at 40” atau kalau mau mengambil panutan kepada Rasulullah Saw mulai mendapat kewajiban menyebarkan agama Islam sesuai sifat seorang Rasulullah yaitu tablik pada saat beliau berumur 40 tahun.

Diharapkan dalam waktu sehari semalam tidak ada waktu yang terbuang percuma bagi seorang muslimin/muslimat & mukminin/mukminat maka jadwal inilah yang tersusun dimulai dari bangun tidur di pagi hari hingga kembali tidur di malam hari :

04.00     bangun pagi, mandi, wudlu

04.15     Sholat sunnat wudlu

Sholat sunnat tahajud

Sholat sunnat witir

05.00     ke mesjid

Sholat sunnat tahiyyatul masjid

I’tikaf

Sholat sunnat Subuh

Sholat Subuh

06.00     Membaca do’a do’a yang datang dari Rasulullah Saw, par sahabat, and orang shaleh-shaleh

Menbaca segala tasbih dan dzikir

Membaca Al-Qur’an

Tafakur dan Muraqabah

07.00     Sholat sunnat Isyra’

Sholat sunnat Istikharah

Kembali kerumah, sarapan

Berangkat kerja

09.00     Sholat sunnat Dhuha

Menuntut ilmu yang bermanfaat pada agama

Ibadah-ibadah sunnat

Berbuat kebajikan kemapada kaum muslimim

Bekerja untuk keluarga

12.00     ke mesjid

Sholat sunnat Tahiyyatul masjid

Sholat sunnat sebelum Zohor

Sholat Zohor

Sholat sunnat sesudah Zohor

Pulang ke rumah/tempat kerja dan makan siang

16.00     ke masjid

Sholat sunnat Tahiyyatul masjid

Sholat sunnat sebelum Asar

Sholat Asar

Pulang ke rumah/tempat kerja

Laksanakan kegiatan seperti antara Sholat sunnat Dhuha dan Zohor

18.00     ke masjid

Sholat sunnat Tahiyyatul masjid

Sholat sunnat sebelum Magrib

Sholat Magrib

Sholat sunnat sesudah Magrib

Ibadah-ibadah sunnat lainnya

Sholat sunnat sebelum Isya

Sholat Isya

Sholat sunnat sesudah Isya

Pulang ke rumah

21.00     Kegiatana bersama keluarga

23.0        Mutalaah kitab/zikir/memca Al-Qur’an/salawat/dll

Wudlu

Sholat sunnat Wudlu

24.00     Tidur

Demikian jadwal ini hanya sebagai acuan saja dan disesuaikan dengan rutinitas yang dimiliki oleh masing-masing muslimin/muslimat/mukminin/mukminat.

Salah satu upaya untuk mendapat anak/keturunan

Dalam kehidupan nyata banyak pasangan suami istri yang sudah berumur belum beruntung memiliki keturunan karena berbagai sebab seperti ketidak suburan dari pihak suami atau sebaliknya, atau keduanya memang sudah tidak subur lagi.

Saat ini teknologi sudah maju pesat, banyak kemungkinan dan peluang bagi pasangan suami istri untuk memperoleh peluang kembali dalam mewujudkan angan memiliki keturunan.

Terlepas dari semua usaha tersebut, berdo’a kepada Allah SWT adalah yang terpenting sebagaimana Allah SWT membimbing kita dengan memberi contoh dalam Al-Qur’an pada surah Al-Anbiya’ ayat 89 dan ayat 90 yang berbunyi sebabagi berikut :

“Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdo’a kepada Tuhannya, ‘Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik’.”

“Maka Kami kabulkan (do’a)nya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdo’a kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusuk kepada Kami.”

Yang menarik untuk disimak ada beberapa hal, antara lain :

  1. Kalimat  “Engkaulah ahli waris yang terbaik”, maksudnya adalah sekira Allah tidak mengabulkan do’anya, yaitu tidak memberinya keturunan, maka Zakaria menyerahkan dirinya kepada Allah sebab Allah adalah ahli waris yang terbaik.
  2. Terkabulnya sebuah do’a, tentu dengan syarat bahwa perlu selalu bersegera dalam mengerjakan kebaikan serta dalam berdo’a agar bersungguh-sungguh dengan penuh harap dan cemas kepada Allah SWT.

Semoga bermanfaat untuk kita semua. Amin

Fadlilah puasa 6 di bulan Syawal

Hadits riwayat Muslim, dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda :

Siapa berpuasa Ramadhan, kemudian menyambungnya dengan 6 hari pada bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa sebulan penuh.

Riwayat lain: “ Allah swt memberinya pahala 6 Nabi, yaitu :

  1. Nabi Adam as,
  2. Nabi Yusuf as,
  3. Nabi Ya’kub as,
  4. Nabi Musa as,
  5. Nabi ‘Isa as,
  6. Nabi Muhammad saw..

Allah swt, lebih tahu pasti tentang kebenaran.”

Salah seorang Ulama menegaskan : “ Siapa berpuasa 6 hari sesudah Hari Raya Fitri, pasti ia dimuliakan oleh Allah dengan 10 perkara, yaitu :

  1. Berkah penuh kebaikan dalam hidupnya;
  2. Harta bendanya selalu meningkat;
  3. Keluarga selalu terpelihara;
  4. Perbuatan buruknya terhapus;
  5. Amal kebaikannya dilipat gandakan pahalanya;
  6. Mudah sewaktu sakaratul maut;
  7. Dapat penerangan dalam kuburnya;
  8. Berat amal baiknya dalam timbangan sewaktu dihisab;
  9. Bebas dari segala tindakan rendah;
  10. Naik terus derajatnya.

Mari kita tunaikan puasa 6, kalau tidak bisa berturut-turut 6 hari penuh, boleh dilaksanakan secara terpisah selama masih dalam bulan Syawal.

Shadaqah

Nabi Saw bersabda: “ Shadaqah sanggup mengunci 70 pintu kejahatan.”

Shadaqah itu terbagi menjadi 4 bentuk pahala, yaitu :

  1. Pahalanya dilipatkan 10 x, yaitu shadaqah yang diserahkan kepada fakir miskin.
  2. Pahalanya dilipatkan 70 x,  yaitu shadaqah yang diserahkan kepada keluarga terdekat.
  3. Pahala nya dilipatkan 700 x, yaitu shadaqah yang diserahkan kepada kawan-kawan  muslim.
  4. Pahalanya dilipatkan 1000 x, yaitu shadaqah yang diserahkan kepada para mahasiswa/ pelajar/santri yang tengah menimba ilmu pengetahuan agama Islam.

Melihat bentuk penggandaan pahala sebuah shadaqah, mungkin dapat disiasati dengan  pola tertentu agar perlipatgandaanya jauh lebih besar dari yang empat macam tersebut dengan nominal shadaqah yang sama, misalkan kalau kita punya uang Rp.1.000,-  kita shadaqahkan secara ikhlas untuk yang  no.1  maka dapat 10 kali lipat pahalanya atau kita shadaqahkan secara ikhlas  untuk yang no.4 maka  dapat 1000 kali lipat pahalanya.

Mari kita pertimbangkan beberapa alternative berikut :

  1. Dishadaqahkan kepada  mahasiswa/ pelajar/santri (no.4), yang muslim (no.3), dan dia adalah keponakan kita atau sepupu kita (no.2), dan dia termasuk fakir miskin (no.1),  semoga pahalanya bisa menjadi 1000 x 700 x 70 x 10 = 490.000.000 kali !!!
  2. Dishadaqahkan kepada  mahasiswa/ pelajar/santri (no.4), yang muslim (no.3), dan dia adalah keponakan kita atau sepupu kita (no.2), walaupun dia tidak termasuk fakir miskin ,  semoga pahalanya bisa menjadi 1000 x 700 x 70  = 49.000.000 kali !!!
  3. Dishadaqahkan kepada  mahasiswa/ pelajar/santri (no.4), yang muslim (no.3), dan dia bukan keluarga terdekat kita , dan juga  tidak termasuk fakir miskin ,  semoga pahalanya bisa menjadi 1000 x 700   = 700.000 kali !!!

Mari kita bershadaqah mengingat besarnya manfaat shadaqah tersebut baik untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain.

Adab Puasa

Dalam setiap melaksanakan pekerjaan ada adab-adab yang harus dipenuhi agar pekerjaan tersebut terselesaikan secara sempurna, adapun untuk melaksanakan puasa, baik puasa wajib maupun sunat, adalah sebagai berikut :

1. Berniat setiap malam untuk melaksanakan puasa seperti :”sengaja aku puasa esok hari untuk menunaikan fardhu Ramadhan pada tahun ini karena Allah ta’ala.”

2. Batal puasa seba secara sengaja makan dan minum dan jimak, kecuali lupa atau digagahi orang (diperkosa).

3. Batal puasa bagi wanita sebab kedatangan haidh atau nifas atau wiladah (melahirkan).

4. Batal puasa sebab mengeluarkan air mani karena sengaja akibat mencium istri dengan syahwat atau memegang-megang istri dengan syahwat.

5. Batal puasa sebab muntah secara sengaja.

6. Makruh mencium istri dan bermain-main dengan istri.

7. Makruh membuang darah (berbekam).

8. Makruh berlebih-lebihan kumur-kumur dan memasukkan air ke hidung saat berwudlu.

9. Makruh bersikat gigi setalah masuk waktu dzuhur.

10.Sunnat menyegerakan berbuka dan melambatkan sahur.

11.Sunnat berbuka puasa dengan kurma, kalau tidak ada kurma cukup dengan sesuatu yang manis. Kalaua tidak ada juga sesuatu yang manis, maka sunnat berbuka dengan air.

12.Sunnat mandi janabah (junub) sebelum terbit fajar.

13.Sunnat terus menerus sholat tarawih.

14.Sunnat memeprbanyak sedekah dan membaca Al-Qur’an dan berdzikir.

15.Sunnat menyempurnakan puasa dengan memelihara anggota badan dari yang dibenci Allah ta’ala.

16.Memelihara mata dari melihat yang diharamkan Allah ta’ala.

17.Memelihara lidah dari perkataan yang sia-sia dan diharamkan Allah ta’ala seperti berdusta, mengumpat, mengadu domba, berbantah-bantahan, dan memarahi orang.

18.Memelihara telinga dari mendengarkan orang mengumpat, orang berdusta, orang menggunjing, dsb.

19.Memelihara perut dari makanan yang haram dan syubhah.

20.Jangan memperbanyak makan disat berbuka puasa seperti jatah makan siang digabung dengan makan malam, dsb.

Semoga dapat melaksanakan adab-adab ini dan kita dapat melaksanakan puasa secara baik dan mendekati kesempurnaan yang diterima oleh Allah ya’ala. Amin.

Orang Kaya

Kaya, hartawan, jutawan, milyuner adalah kebanyakan harapan cita-cita manusia, dan tentunya sah-sah saja obsesi tersebut dan memang patut untuk diperjuangkan dengan menuntut ilmunya sehingga diperoleh kemampuan berupa ketrampilan diri untuk menjadi kaya. Namun cara yang bagaimana dan bagaimana setelah menjadi kaya lah yang perlu untuk disikapi secara serius.

Jangan seperti Qarun yang diabadikan dalam Al-Qur’an pada surah Al-Qasas,yaitu :

Ayat 76 : Sesungguhnya Qarun termasuk kaum Musa, tetapi dia berlaku zalim terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, “ Janganlah engkau terlalu bangga. Sungguh , Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri.”

Ayat  77: Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.

Ayat 78 : Dia (Qarun) berkata, “ Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku.” Tidaklah dia tahu, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka.

Ayat 79 : Maka keluarlah dia (Qarun) kepada kaumnya dengan kemegahannya. Orang-orang  yang menginginkan kehidupan dunia berkata , “ Mudah-mudahan kita mempunyai harta kekayaan seperti apa yang telah diberikan kepada  Qarun, sesungguhnya dia mempunyai keuntungan yang besar.”

Ayat 80 : Tetapi orang-orang yang dianugerahi ilmu berkata,” Celakalah kamu ! Ketahuilah, pahala Allah lebih baik bagi orang-orang beriman dan mengerjakan kebajikan, dan (pahala yang besar) itu hanya diperoleh oleh orang-orang yang sabar.”

Ayat 81 : Maka Kami benamkan dia (Qarun) bersama rumahnya kedalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golonganpun yang akan menolongnya selain Allah, dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri.

Ayat 82 : Dan orang-orang yang kemarin mengangan-angankan kedudukannya (Qarun) itu berkata, “ Aduhai, bernarlah kiranya Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki diantara hamba-hambaNya dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki diantara hamba-hambaNya). Sekira Allah tidak melimpahkan karuniaNya kepada kita, tentu Dia telah membenamkan kita pula. Aduhai, benarlah kiranya tidak akan beruntung orang-orang yang meningingkari (nikmat Allah).”

Ayat 83 : Negeri Akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang bertakwa.

  • Kalender

    • Agustus 2017
      S S R K J S M
      « Mei    
       123456
      78910111213
      14151617181920
      21222324252627
      28293031  
  • Cari