Akal vs Nafsu

Sehubungan dengan perang menundukkan hawa nafsu syahwat, telah diceritakan dalam proses diwajibkannya puasa, sebagai berikut :

“ Bahwasanya Allah Swt, setelah selesai menciptakan akal berfirman:”Hai akal menghadaplah kamu kepada KU, maka dengan segera akal menghadapNYA. Lalu Allah menyuruhnya:”Mudurlah hai akal, maka ia segera mundur menta’ati perintah Allah Swt. Kemudian Allah bertanya :” Hai akal, siapakah sebenarnya kamu dan AKU ini ? jawabnya: “ Ya Allah, ENGKAUlah Tuhan sesembahanku, sedang aku hanyalah seorang hambaMU yang lemah. Akhirnya ia dipuji oleh Allah dengar firmanNYA :” Hai akal, tiada makhluk yang kuciptakan lebih mulia dibandingkan kamu.”

Kemudian Allah menciptan pula nafsu, dan ketika ia disuruh menghadap Allah, sepatah katapun tiada jawaban darinya, bahkan ketika ditanya : “ Siapa kamu, dan siapa AKU? Jawabnya : “ Aku ya aku, KAMU ya KAMU.” Maka dengan demikian ia patut menjalani hukuman, akibat tidak tahu diri, ia disiksa dilemparkan ke dalam kobaran api neraka jahannam selama 100 tahun, dan setelah habis masa hukumannya, ia dikeluarkan dari neraka, lalu ditanya, : Siapa sebenarnya engkau, dan siapa pula AKU ? Jawabnya tiada berbeda dengan dulu :” Aku ya aku, ENGKAU ya ENGKAU.”

Akhirnya ia dihukum lagi, tapi kali ini ia dilemparkan ke dalam neraka lapar selama 100 tahun, sehabis masa hukuman ia ditanya lagi tentang diri dan Penciptanya, maka berkat hukuman lapar (puasa) ia mengakui bahwa dirinya adalah seorang hamba yang lemah, dan Allah Tuhannya, itulah sebabnya Allah mewajibkan puasa baginya.” (Misykah)

[Sumber; Usman bin Hasan bin Ahmad Syakir, al-Khaubawi: DURRATUN NASIHIN ]

Macam-macam Puasa dalam Islam

Puasa, secara umum diartikan tidak makan dan minum apa saja ! Misalkan kalau kita ingin operasi, oleh dokter , 24 jam sebelum operasi, pasien diminta untuk berpuasa. Mungkin kita juga pernah mendengar puasa mutih, sahurnya nasi putih dan minumnya air putih saja!! Mungkin juga puasa ngrowot, sahurnya buah-buahan saja dan bukanya juga buah-buahan saja dengan minum air putih saja.

Namun puasa dalam Islam, adalah menahan makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan puasa lainnya dari saat imsak sampai dengan tergelincir matahari(Maghrib), dan jenis-jenis puasa dalam Islam ada beberapa macam antara lain :

  1. Puasa pada bulan Ramadhan
  2. Puasa 6 Hari pada bulan Syawal
  3. Puasa Hari Arafah pada 9 Dzul-hijjah
  4. Puasa Hari Asyura pada 10 Muharam
  5. Puasa Hari Tasu’a pada 9 Muharam
  6. Puasa 10 Hari Pertama pada bulan Dzul-hijjah
  7. Puasa 10 Hari Pertama pada bulan Muharam
  8. Puasa pada bulan Rajab
  9. Puasa pada bulan Sya’ban
  10. Puasa pada Syahrul-Haram yaitu pada bulan Dzul-hijjah; Rajab; Dzul-Qa’dah, dan Muharam
  11. Puasa pad awal bulan, pertengahan bulan dan akhir bulan pada setiap bulan
  12. Puasa Hari Bidh pada hari ke 13, 14 dan 15 pada tiap-tiap bulan
  13. Puasa Hari Senin dan Kamis
  14. Puasa Hari Senin, Kamis dan Jum’at
  15. Puasa Hari Kamis dan Jum’at
  16. Puasa Hari Jum’at dan Sabtu
  17. Puasa Nabi Daud, sehari puasa, sehari tidak puasa

Selamat menunaikan ibadah puasa baik yang wajib maupun yang sunat !

Adab Puasa

Dalam setiap melaksanakan pekerjaan ada adab-adab yang harus dipenuhi agar pekerjaan tersebut terselesaikan secara sempurna, adapun untuk melaksanakan puasa, baik puasa wajib maupun sunat, adalah sebagai berikut :

1. Berniat setiap malam untuk melaksanakan puasa seperti :”sengaja aku puasa esok hari untuk menunaikan fardhu Ramadhan pada tahun ini karena Allah ta’ala.”

2. Batal puasa seba secara sengaja makan dan minum dan jimak, kecuali lupa atau digagahi orang (diperkosa).

3. Batal puasa bagi wanita sebab kedatangan haidh atau nifas atau wiladah (melahirkan).

4. Batal puasa sebab mengeluarkan air mani karena sengaja akibat mencium istri dengan syahwat atau memegang-megang istri dengan syahwat.

5. Batal puasa sebab muntah secara sengaja.

6. Makruh mencium istri dan bermain-main dengan istri.

7. Makruh membuang darah (berbekam).

8. Makruh berlebih-lebihan kumur-kumur dan memasukkan air ke hidung saat berwudlu.

9. Makruh bersikat gigi setalah masuk waktu dzuhur.

10.Sunnat menyegerakan berbuka dan melambatkan sahur.

11.Sunnat berbuka puasa dengan kurma, kalau tidak ada kurma cukup dengan sesuatu yang manis. Kalaua tidak ada juga sesuatu yang manis, maka sunnat berbuka dengan air.

12.Sunnat mandi janabah (junub) sebelum terbit fajar.

13.Sunnat terus menerus sholat tarawih.

14.Sunnat memeprbanyak sedekah dan membaca Al-Qur’an dan berdzikir.

15.Sunnat menyempurnakan puasa dengan memelihara anggota badan dari yang dibenci Allah ta’ala.

16.Memelihara mata dari melihat yang diharamkan Allah ta’ala.

17.Memelihara lidah dari perkataan yang sia-sia dan diharamkan Allah ta’ala seperti berdusta, mengumpat, mengadu domba, berbantah-bantahan, dan memarahi orang.

18.Memelihara telinga dari mendengarkan orang mengumpat, orang berdusta, orang menggunjing, dsb.

19.Memelihara perut dari makanan yang haram dan syubhah.

20.Jangan memperbanyak makan disat berbuka puasa seperti jatah makan siang digabung dengan makan malam, dsb.

Semoga dapat melaksanakan adab-adab ini dan kita dapat melaksanakan puasa secara baik dan mendekati kesempurnaan yang diterima oleh Allah ya’ala. Amin.

SOP Makan dan Minum

Standard Operating Procedure, prosedur/tata cara urutan pelaksanaan yang sudah distandarisasikan juga meliputi cara Makan dan Minum, khususnya bagi kaum muslimin/muslimat dan mukminin/mukminat.

Terlepas dimanapun dia makan dimana, apakah di rumah sendiri, di rumah saudara, di rumah orang, di restoran, di café atau di tengah hutan belantara, tetap ada SOPnya !
Begeitu juga tempatnya, apakah di meja makan atau di lantai, tetap ada SOPnya !!! . . . . . tapi yang jelas dalam Islam tidak pernah diperkenankan makan dan minum dengan berdiri, kecuali darurat !

Urutannya sebagai berikut :
1.Beri salam kepada orang yang telah duduk lebih awal di meja atau di lantai.
2.Duduklah bersama mereka dengan tenang.
3.Berdo’alah sendiri-sendiri, sebaiknya berdo’a bersama dengan satu orang yang ditunjuk untuk memimpin do’a dengan do’a yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw.
4.Cucilah kedua tanganmu terlepas apakah makannya menggunakan sendok&garpu, pisau&garpu atau dengan tangan sebagaimana adanya.
5.Ambillah makan yang terdekat darimu secukupnya.
6.Suapan pertama bacalah “ Bismillah”
7.Suapan kedua bacalah “ Bismillah hirrohman”
8.Suapan ketiga bacalah “ Bismillah hirrohmanirrohim”
9.Lanjutkan suapan-suapan berikutnya dengan tenang dan kunyahlah hingga makanan menjadi lembut baru ditelan ( kalau menurut anjuran adalah 32 kunyahan).
10.Makanlah hingga bersih piring tempat makan.
11.Apabila selesai makan, ucapkanlah “Alhamdulillah hirrobbil ‘alamin”
12.Cuci tangan hingga bersih dan keringkan.
13.Minumlah air, disarankan air putih saja.
14.Sebelum minum bacalah “Bismillah hirrohmanirrohim” 3x
15.Minumlah dengan tiga tegukan secara perlahan dan jangan bernafas di dalam gelas, (catatan minum tidak diperkenankan memakai gelas yang terbuat dari emas atau perak)
16.Selesai dengan tiga tegukan berhenti sejenak dan ucapkan “Alhamdulillah hirobbil ‘alamin” 3 x
17.Selesaikan minum hingga habis air di gelas

Demikian SOP makan dan minum, selesai prosedur standar kalau mau diterukan dengan minum-minum kopi atau makan buah sebagai hidangan penutup. Selamat menikmati !!!

Metode Pendidikan

Pendidikan, adalah sebuah kata penting dan dalam prakteknya adalah bertujuan untuk merubah satu keadaan kepada keadaan lain yang lebih baik keadaannya. Kegiatan merubah ini banyak cara digunakan baik secara tradisional maupun secara modern, terlepas dari cara atau dengan istilah dalam dunia pendidikan disebut metode, baik metode tradisional maupun metode modern kalau untuk pendidikan akhlak, maka saat ini telah banyak metode yang direkomendasikan untuk dipakai dalam dunia pendidikan secara umum.

Namun kalau kita mau mengambil sebuah refrensi nyata yang telah terbukti secara factual dan tertuang dalam sejarah maka alangkah baiknya kita menengok bagaimana Rasulullah Muhammad saw mendidik masyarakat Mekah dan sekitarnya yang pada saat itu akhlaknya sudah dianggap hancur lebur bahkan dikatakan ahlak jahiliah dan dalam kurun waktu 23 tahun sejak awal kenabian hingga beliau wafat telah berhasil merubah menjadi akhlakul karimah.

Metode yang digunakan pada waktu itu adalaah sebuah metode pendidikan yang bertumpu pada kelembutan, kesadaran fitrah individu, dan pemahaman mereka (para sahabat Rasulullah) terhadap perintah Allah SWT.

Rasulullah juga berupaya mengajarkan mereka (para sahabat Rasulullah) bagaimana membuat insting mereka teridur dalam hal ini adalah insting ketertarikan akan ajakan nafsu untuk berbuat hina dan lupa diri, dan juga bagaimana menampik godaan setan.

Semoga lontaran pemikiran ini menjadi bahan pemikiran kita bersama untuk meningkatkan akhlak bangsa kita sampai ke tingkat ahlakul karimah.

(Sumber; Tariq Ramadan: Muhammad Rasul Zaman Kita)

Orang Kaya

Kaya, hartawan, jutawan, milyuner adalah kebanyakan harapan cita-cita manusia, dan tentunya sah-sah saja obsesi tersebut dan memang patut untuk diperjuangkan dengan menuntut ilmunya sehingga diperoleh kemampuan berupa ketrampilan diri untuk menjadi kaya. Namun cara yang bagaimana dan bagaimana setelah menjadi kaya lah yang perlu untuk disikapi secara serius.

Jangan seperti Qarun yang diabadikan dalam Al-Qur’an pada surah Al-Qasas,yaitu :

Ayat 76 : Sesungguhnya Qarun termasuk kaum Musa, tetapi dia berlaku zalim terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, “ Janganlah engkau terlalu bangga. Sungguh , Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri.”

Ayat  77: Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.

Ayat 78 : Dia (Qarun) berkata, “ Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku.” Tidaklah dia tahu, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka.

Ayat 79 : Maka keluarlah dia (Qarun) kepada kaumnya dengan kemegahannya. Orang-orang  yang menginginkan kehidupan dunia berkata , “ Mudah-mudahan kita mempunyai harta kekayaan seperti apa yang telah diberikan kepada  Qarun, sesungguhnya dia mempunyai keuntungan yang besar.”

Ayat 80 : Tetapi orang-orang yang dianugerahi ilmu berkata,” Celakalah kamu ! Ketahuilah, pahala Allah lebih baik bagi orang-orang beriman dan mengerjakan kebajikan, dan (pahala yang besar) itu hanya diperoleh oleh orang-orang yang sabar.”

Ayat 81 : Maka Kami benamkan dia (Qarun) bersama rumahnya kedalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golonganpun yang akan menolongnya selain Allah, dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri.

Ayat 82 : Dan orang-orang yang kemarin mengangan-angankan kedudukannya (Qarun) itu berkata, “ Aduhai, bernarlah kiranya Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki diantara hamba-hambaNya dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki diantara hamba-hambaNya). Sekira Allah tidak melimpahkan karuniaNya kepada kita, tentu Dia telah membenamkan kita pula. Aduhai, benarlah kiranya tidak akan beruntung orang-orang yang meningingkari (nikmat Allah).”

Ayat 83 : Negeri Akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang bertakwa.

Adab anak kepada ortunya

Adab menyangkut etika dan nilai, bagaimana seorang anak bersikap juga mempunyai etika dan etika ini sangat tergantung kepada siapa dia berhadapan, bagaimana kalau seorang anak dihadapkan dengan orang tuanya, maka ada adabnya tersendiri.

Adab seorang anak kepada kedua orang tuanya:

  1. Mentaati semua perkataan kedua orangtuanya kecuali kalau perintahnya bertentangan dengan perintah agama.
  2. Hendaklah ia berdiri pada saat kedua orangtuanya bangkit berdiri dari keadaan duduk.
  3. Jangan berjalan melintas dihadapan kedua orangtuanya.
  4. Jangan bersuara lebih nyaring/keras melebihi suara kedua orangtuanya.
  5. Apabila kedua orangtuanya memanggil hendaklah dijawab dengan sopan seperti “ya, inggih, dll”
  6. Hendaklah bersungguh-sungguh dalam segala perbuatan dan perkataan agar kedua orangtuanya ridho.
  7. Bantulah kedua orangtuanya mengerjakan pekerjaan-pekerjaannya.
  8. Jangan memandang kedua orangtuanya dengan pandangan menyakitkan hati kedua orangtuanya atau dengan pandangan marah atau merendahkannya.
  9. Jangan bermuka masam dihadapan kedua orangtuanya karena sebab marah kepada kedua orangtuanya.
  10. Jangan melakukan perjalanan tanpa izin kedua orangtuanya kecuali untuk menunaikan ibadah haji yang wajib, tapi hanya disunatkan untuk meminta izin kepada kedua orangtuanya.