Antara Panting dan Tasbih

image012

Panting, adalah salah satu alat musik akustik pada perangkat musik panting yang dipergunakan oleh para pemain musik panting terutama di provinsi Kalimantan Selatan. Lagu-lagu yang dibawakan adalah lagu-lagu daerah dengan bahasa Banjar seperti Kambang Goyang, Paris Barantai, dst. Pada umumnya alat musik ini terbuat dari bahan kayu nangka.

Tasbih, adalah sebuah alat untuk menghitung jumlah sesuatu hal terutama bacaan atau wirid. Biasanya tasbih dibuat dari kayu yang dibentuk menjadi bulat, lonjong atau bersegi, dan jenis kayunyapun beraneka ragam, ada kayu gaharu, ada kayu cendana, ada kayu fukaha/kaukah. Namun ada pula tasbih yang dibuah dari biji-bijian bahkan ada pula pula yang dari tulang. Umumnya sebuah tasbih terdiri dari 99 batu. Angka 99 ini melambangkan 99 Asma Allah. Namun ada pula tasbih yang terdiri dari 33 atau 11 batu-batuan. Pada kedua kasus terakhir ini, sang pengguna harus mengulangi lingkaran tiga atau sembilan kali. Meskipun begitu, ada pula tasbih yang terdiri dari 100 atau 1.000 batu.

Kedua alat ini punya arah yang berbeda, yang satu untuk musik, yang satu untuk dzikir.

Engkau pilih yang mana ? Tasbih dapat menyampaikanmu kepada Sang Khaliq ! Apakah Panting tidak dapat menyampaikanmu kepada Sang Khaliq ? Sang Khalik itu indah dan memberi keindahan, menyejukkan hati yang gersang, hati yang kering kerontang. Dan dapat mengajak jiwamu berenang dalam lautan keindahan.

Sekali lagi, Engkau pilih yang mana ? mungkinkah Engkau memilih keduanya ? Atau salah satu diantaranya ? padahal dalam do’amu tiap hari, tiap waktu dan mungkin setiap saat engkau berdo’a yang tak pernah kau tinggalkan sebuah permohonan yang maha tinggi, kau ingin bahagia baik didunia maupun di akhirat kelak.

Iklan

Loteng dan Gudang

Loteng adalah salah satu istilah penamaan sebuah ruang dalam sebuah rumah yang letaknya di bagian atas (bahasa Banjar). Konon menurut kabar kata Loteng sendiri adalah sebuah kata serapan yang diambil dari bahasa Hokkian, lauteng (Hanzi: 樓頂, hanyu pinyin: louding) yang berarti harfiah tingkat teratas sebuah bangunan. Biasanya, dalam penggunaannya, loteng cuma digunakan untuk merujuk kepada tingkat atas, bila pembicara berada di tingkat 1, maka tingkat 2, 3 juga dapat menjadi loteng bagi pembicara tersebut.

Loteng dalam sebuah rumah pada umumnya digunakan untuk kamar tidur dan ruang keluarga, dan yang lebih spesifik lagi, biasanya ada satu ruangan di loteng yang tidak efektif dan tidak efisien bila digunakan sebagai kamar tidur ataupun ruang keluarga. Pada umumnya dan biasanya ruangan yang tidak berguna ini secara otomatis dijadikan gudang tempat penyimpangan barang atau peralatan yang tidak terpakai lagi yang mungkin karena sudah aus dimakan usia, mungkin juga karena sudah tidak bisa dipadankan lagi dengan perabotan atau peralatan-peralatan yang baru atau mungkin juga karena keluarga tersebut sudah bosan dengan barang atau peralatan tadi walaupun secara teknis dan perfomance masih handal. Kejadian ini adalah lumrah dan manusiawi terjadi diseluruh belahan dunia, dimanapun.

Namun yang menjadi pertanyaan, bagaimana cara barang dan peralatan tersebut disimpan dalam gudang. Ada yang cukup dilempar saja karena kondisi gudangnya memang menyeramkan, bagaimana tidak menyeramkan kalau gudangnya gelap, tidak pernah dibersihkan penuh debu dan sarang laba-laba bahkan mungkin ada kalajengkingnya. Sehingga suatu saat, suatu waktu, entah kapan . . . . dan itu pasti, entah itu kepala keluarga atau ibu rumah tangga atau anak-anaknya atau mungkin famili yang datang dari jauh atau malah mungkin jiran tetangga, ada memerlukan suatu barang atau peralatan yang diketahui ternyata ada dalam gudang. Timbul maksud baik ingin menghibahkan barang atau peralatan tadi, namun maksud baik ini sedikit terkendala, kenapa ? karena untuk mengambilnya harus hati-hati dan ngeri !!!!

Tapi dilain tempat, ada juga gudang yang bersih, terang, sirkulasi udaranya bagus dan tersusun rapi semua barang dan peralatan yang sudah tidak dipergunakan lagi, sehingga setiap saat apabila diperlukan kembali barang tersebut maka dengan mudah dan cepat dapat diambil.

Itulah fenomena loteng dan gudang.

 

Pisang Kalimantan Selatan

image011

Kalimantan Selatan, terkenal dengan berbagai icon, yang bertahan sejak dulu hingga sekarang adalah intan Martapura, dimulai dari intan Tri sakti sampai intan yang terakhir ditemukan berwarna coklat yang dimiliki Lihan sekarang, kemudian terkenal dengan budaya Banjar yang islami yang banyak memiliki ulama-ulama terkenal dimulai dari syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari hingga H. Zaini Gani alm.(Guru Izai), dan Kayu tapi sudah pudar karena hutannya tidak tumbuh lagi hutannya, yang sekarang sedang booming tapi banyak dampak lingkungannya adalah batubara. Namun ada pula sebetulnya yang bisa terkenal tapi memang belum terkenal yaitu pisang, pisang tumbuh subur di Kalimantan Selatan, dimulai dari :

1. Pisang Susu

2. Pisang Talas

3. Pisang Manurun

4. Pisang Mahuli

5. Pisang Ambon

6. Pisang Awa

7. Pisang Paikat

8. Pisang Raja

9. Pisang Amas

10. Pisang Tanduk

11. Pisang Timbatu

12. Pisang Kidung

13. Pisang Kapas

14. Pisang . . . . . .

Sampai sekarang aku belum pernah mendengar ada seseorang yang secara terencana dan terstruktur menjaga kelestarian dan kemurnian jenis-jenis pisang yang tumbuh di Kalimantan Selatan, padahal sudah ada teknologi kultur jaringan yang dapat memperbanyak anak-anak pisang. Saat ini untuk mencari pisang yang bagus, sudah sulit untuk memilih, kalaupun ada …harganya cukup mahal seperti 1 (satu) biji pisang talas harganya Rp.800,-, jadi kalau 1 (satu) sisir isinya 20 biji maka harga 1 sisir adalah Rp.16.000,- berapa 1 tandan ?

Disamping sulit karena mahal, tapi juga sulit mencari yang bagus karena yang kualitas bagus sudah dikirim keluar pulau yang harganya memang jauh lebih tinggi. Andaikata semua produksi pisangnya berkualitas bagus maka yang dijual atau yang tertinggal semuanya tetap bagus.

Pertanyaannya bagaimana agar semua produksi pisang di Kalimantan Selatan berkualitas bagus. Kalau masyarakat petani pisang, mungkin tidak mampu membeli teknologi kultur jaringan dan juga tidak mempunyai ilmu kultur jaringan. Yang memungkinkan adalah interfensi pemerintah daerah, dengan memberikan penyuluhan, dan menyediakan anak-anak pisang yang berkualitas dengan harga yang murah sebagai pengganti biaya operasional saja

Semoga ada yang bergerak apakah pengusaha atau pemerintah daerah.

Air Kendi

image043

Kendi adalah semacam tempat atau wadah air yang terbuat dari tanah liat. Dan Kendi itu berasal dari tanah Jawa. Kendi itu terus berkembang dari zaman Mesir, China, Jepang, Thailand, dan Indonesia. Kendi memiliki 2 macam jenis yaitu: – Bercorak dan – Polos bentuknya seperti teko. Biasanya kendi dimanfaatkan untuk minum dan upacara adat jawa.

Kendi termasuk salah satu jenis gerabah .Gerabah merupakan perkakas yang terbuat dari tanah liat atau lempung yang dibentuk kemudian dibakar untuk kemudian dijadikan alat- alat yang berguna membantu kehidupan.

Sejak dulu dan sampai saat ini, kendi sebagai tempat air masih belum ditinggalkan masyarakat Indonesia sebagai tempat minum walaupun kemajuan zaman dengan modernisasinya telah merambah berbagai perkakas kebutuhan manusia untuk memenuhi hajat hidupnya.

Untuk Indonesia yang wilayahnya mempunyai suhu sedang kalaupun panas tidaklah terlalu panas dan walaupun dingin juga tidaklah terlalu dingin, maka air minumpun tidaklah terlalu banyak berkembang ragam jenis minuman kalaupun ada tuak dan arak itu hanya sebagian kecil saja yang mengkonsumsi dan itupun hanya dalam acara-acara tertentu saja dalam budaya yang mereka miliki.

Diantara jenis minuman yang paling netral dan aman adalah air yanag telah dimasak dan didinginkan kembali sebagaimana suhu air normal, namun ada air putih yang nikmat untuk diminum pada pagi, siang di tengah terik atau bahkan dimalam haripun masih tetap enak dan menyegarkan dan bahkan konon menyehatkan badan adalah air kendi.

Caranya, isilah kendi dengan air yang telah dididihkan dan dinginkan kembali secara alami, tutup lubang rapat lubang kendi dan dianjurkan ditutup dengana daun pisang yang masih segar, setelah sholat Isya’ letakkan kendi yang telah berisi air tadi ditempat terbuka, usahakan tidak terlindung apapun diatasnya. Esok pagi sebelum terkena sinar matahari pagi, kendi dapat diambil dan siap untuk diminum, kalau ingin dikonsumsi pada siang hari maka dianjurkan untuk menyimpannya dalam rumah pada suhu kamar normal.

Selamat mencoba !!

Antara melaksanakan dan mendirikan sholat

Setiap kali Allah swt menyebutkan kata “mukmin” Allah swt juga menyebut kata “mendirikan Sholat” dan dimana terdapat kata “melaksanakan sholat” disana terdapat kata “munafik”.

Hal yang demikian itu dikarenakan manusia terbagi menjadi dua golongan, yaitu pertama, golongan orang yang mendirikan sholat, dan kedua, golongan orang yang melaksanakan sholat. Siapa yang hanya melaksanakan sholat, maka kemungkaran, kedurjanaan dan kekejian tidak akan terlepas dari kebiasaannya. Berbeda bagi mereka yang mendirikan sholat, maka sholatnya akan melepaskan dirinya dari perbuatan mungkar, kedurjanaan dan perbuataan keji.

Allah swt berfirman :” Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar ….” ( Al-‘Ankabut [29]:45)

Mungkin kamu akan bertanya. “Mengapa banyak manusia yang sholat, tapi mereka juga melakukan kemungkaran, mengkonsumsi obat-obatan terlarang, mencuri dan melakukan perzinaan?” Jawabannya adalah “Karena  mereka baru pada tahap melaksanakan sholat, belum sampai pada tahap mendirikan sholat.” Dan boleh juga ditambahkan bahwa karena mereka juga hanya sebatas melaksanakan kewajiban saja dan belum pada keadaan dimana sholat merupakan kebutuhannya mereka sendiri serta karena kecintaannya kepada Allah swt dan Rasulullah saw.

Salah seorang ulama berkata. “ Yang dimaksud dengan mendirikan (sholat) adalah pelaksanaan sholat yang dilakukan dengan disertai keikhlasan, kekhusyu’an, dan penghayatan atas setiap kalimat yang diucapkan dalam sholat mulai dari takbir, ruku’, sujud sampai salam”

Hantu Hantu di Kalimantan Selatan

Hantu adalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . aku juga belum tahu arti kata hantu itu dan belum kudapatkan literatur yang meyakinkan tentang arti kata hantu itu. Namun istilah hantu ini sudah tidak asing lagi ditelingaku, mungkin juga ditelinga masyarakat Indonesia lainnya, bahkan mungkin juga di belahan dunia lainnya namun dengan istilah yang berbeda.
Seperti di Kalimantan Selatan, juga banyak istilah-istilah hantu yang beredar di masyarakat kita antara lain :
1. Kuyang
2. Hantu Barabiaban
3. Hantu Suluh
4. Hantu Banyu
5. Hantu Api
6. Hantu Sandah
7. Hantu Baranak
8. Hantu Dundun
9. Hantu Pusut
10. Agaman
11. Takau
12. Hantu Kisut
13. Hantu Buyu
14. Hantu Jajadin
15. Biaju (sumber Danot Tetot)

16. Anak Sima (sumber Danot Tetot)

17. Hantu Ikiq (sumber Drs. Sofwan Soeryadi, MAP)

18. Hantu Lukah ( sumber M. Padeli -Kaliukan)

19. . . . . . . . . . . . . .


Untuk sementara baru 18 jenis yang terkumpul, kalau kawan-kawan ada yang mengetahui yang lain selain yang sudah terdaftar tersebut, mohon sampaikan untuk melengkapinya. Terima kasih